Diunggah tanggal 08-09-2016 07:29:00 WITA

Madrasah Berbasis Manajemen



Oleh :

H. Abdul Hamid.S,Ag M.M.Pd

Widyaiswara Ahli Madya IV/b

 

A.  Pendahuluan

Pendidikan merupakan sarana penting yang dapat menopang kehidupan manusia. Fokus terhadap pendidikan sangat diutamakan dalam kehidupan, namun bukanlah hal mudah bagi seseorang/ lembaga untuk melaksanakan pendidikan yang maksimal dan sebaik-baiknya. Dunia pendidikan merupakan rimba yang penuh dengan lika-liku permasalahan. Akan tetapi, inti pokok didalamnya terdapat pada pola manajemennya. Keberhasilan manajemen akan menjadi tolok ukur (barometer) keberhasilan pendidikan itu sendiri.

Menurut Ahmad Sanusi (2013:27) secara historis, pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia terkait erat dengan kegiatan dakwah Islamiyah. Pendidikan Islam berperan sebagai mediator untuk memasyarakatkan ajaran Islam kepada masyarakat diberbagai tingkatannya, sebagaimana ajaran Islam. 

. Dalam kehidupan berkeluarga, berorganisasi, bermasyarakat/ bernegara, manajemen merupakan upaya terpenting untuk mencapai tujuan bersama. Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia, yang mestinya mendapat perhatian khusus dalam hal manajemennya. Pendidikan yang baik merupakan tolok ukur bagi sebuah bangsa dan negara dalam hal kemajuan yang dicapai, tidak terkecuali dalam pendidikan Islam.

Islam memulyakan pendidikan yang berkaitan erat dengan kebutuhan pokok pada kehidupan manusia. Maka, sudah semestinya ia dikelola dengan sebaik-baiknya. Didin Hafidhuddin (2006:176) menjelaskan, Manajemen Pendidikan Islam merupakan cara mengentas kesejahteraan hidup dan meningkatkan kualitas kehidupan umat dari keterpurukan moral dan degradasi dunia, keterbelakangan mental peradaban (baik secara moral, material, spiritual) secara Islami.

Nana Saodih (2010: 65 ) memberikan makna pendidikan dan cakupan manajemen didalamnya sangat luas, diantaranya :

1.  Kekuatan budaya yang mengandung nilai historis, nilai religius, nilai moral yang tinggi.

2. Penjaga nilai-nilai luhur yang handal (The guardian of religious and moral values).

3. Penyedia dan penyaji pendidikan alternatif yang bermutu tinggi, yang diantaranya mengandung nilai demokrasi dan nilai kemandirian.

Sedangkan manajemen yang baik menurut Sutaryat (2011 :2 ) adalah manajemen harus memiliki konsep, kesesuaian dengan objek dan tempat organisasinya. Proses manajemen merupakan aktivitas yang menyeluruh dan saling berkaitan erat dengan sistem perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengawasannya.

Manajemen dalam pendidikan sangat penting, terutama dalam lembaga pendidikan . Lembaga pendidikan harus mampu menciptakan bagaimana melaksanakan manajemen pendidikan yang efektif, efisien, berkualitas tinggi.

B.  Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Dalam manajemen madrasah, peran seorang manajer madrasah sangat menonjol. Bukti kuatnya peran tersebut tercermin dari berbagai hasil prestasi yang menunjukkan bahwa keberadaan kepala madrasah yang baik, sangat besar sumbangannya terhadap madrasah berkualitas. Berdasarkan informasi dari Dirjen Pendis Kemenag RI telah banyak alumni dari Madrasah ikut kompetesi sains Internasional yang menjadi juara, bahkan telah memenangkan olympiade sains Internasional tersebut dengan mendapatkan emas. Tidak pernah ada madrasah berkualitas tinggi yang memiliki seorang kepala madrasah yang berkualitas rendah. Madrasah berkualitas tinggi selalu memiliki seorang kepala madrasah yang visioner, progress dan berkualitas tinggi pula. Sebaliknya, kepala madrasah yang berkualitas rendah, sudah pasti tidak mampu menciptakan suatu madrasah yang berkualitas.

Definisi kepemimpinan menurut oleh Surahmat (2011 : 25) yakni suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan bersama dari kelompok itu. Dalam kaitannya dengan lembaga pendidikan, maka kepemimpinan kepala madrasah merupakan segala usaha yang dilakukan pimpinan lembaga pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan secara terencana dan cemerlang.

Kepemimpinan pada hakikatnya merupakan inti dalam proses manajemen. Abin Syamsudin (2009:34 ) menjelaskan bahwa keberhasilan sekolah/madrasah dalam implementasi terhadap perencanaan, sehingga harus didukung dengan kemampuan manajerial kepala sekolah/ madrasah. Kepala sekolah harus dapat mengelola sekolahnya agar berkembang lebih maju , segenap sumber daya yang ada harus didayagunakan sedemikian rupa. Para guru perlu digerakkan secara efektif dan hubungan baik antara mereka harus terus dibina agar tercipta suasana kerja yang kondusif, menggairahkan dan produktif. Demikian pula penataan fisik dan administrasi perlu dibina agar menjadi lingkungan pendidikan yang mampu menambah kreatifitas, disiplin dan semangat belajar yang tinggi bagi siswa. Ini semua mempersyaratkan perlunya penerapan kepemimpinan pendidikan oleh seorang kepala madrasah.

C. Total Quality Manajemen (TQM)

Madrasah Berbasis Manajemen (MBM) ini merupakan bentuk reformasi pendidikan yang pada prinsipnya madrasah memperoleh kewajiban (responsibility), wewenang (autority), tanggungjawab (accountability) dalam meningkatkan kinerja madrasah itu sendiri. Oleh sebab itu, Madrasah Berbasis Manajemen (MBM) menyediakan layanan pendidikan yang komprehensif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat madrasah. Prinsip pemerataan, penyetaraan dan keadilan untuk memperoleh kesempatan belajar, efisiensi, kualitas pembelajaran yang tinggi merupakan karakteristik utama yang dimiliki pendekatan Madrasah Berbasis Manajemen (MBM) ini.

Dalam kaitan ini, persyaratan utamanya adalah (1) adanya kebutuhan untuk berubah (self of change) atau inovasi, (2) adanya desain organisasi pendidikan, (3) proses perubahan sebagai proses belajar, (4) adanya budaya profesional (corporate culture) di sekolah/ madrasah.

Tujuan utama Madrasah Berbasis Manajemen (MBM) adalah meningkatkan efisiensi, kualitas dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan kualitas diperoleh melalui partrisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningkatan profesionalitas guru, adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol serta hal lain yang dapat menumbuh-kembangkan suasana yang kondusif. Pemerataan pendidikan tampak pada tumbuhnya partisipasi masyarakat utama yang mampu dan peduli, sementara yang kurang mampu akan menjadi tanggungjawab pemerintah.

Madrasah Berbasis Manajemen (MBM) memberi peluang bagi kepala madrasah, guru dan peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi di madarasah, terutama yang berkaitan dengan kurikulum, pembelajaran, manajemen, sebagaimana yang tumbuh dari aktifitas, kreatifitas dan profesionalitas yang dimiliki masing-masing individu masyarakat madrasah. Hidup madrasah ” The Better Choice For Madrasah ”.

Penulis :
Editor / Redaktur : jain