Diunggah tanggal 19-01-2017 00:38:47 WITA

Sakit Membawa Hikmah (Renungan & Hikmah di Balik Ujian Sakit)



Oleh : Drs. H. Ahmad Suhaimi, M.PdI

Sesungguhnya, Allah SWT sayang kepada hamba-Nya. Banyak cara Allah dalam mewujudkan bentuk kasih sayang nya kepada kita. Salah satunya dengan sakit. Sesungguhnya sakit dapat menjadi media bagi kita untuk merenungi arti dari sebuah kenikmatan sehat.

Melalui sakit, Allah SWT menguji iman kita. Allah ingin membuktikan sejauh mana kita mampu ikhlas dan bersabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari-Nya. Hidup dan mati ada di tangan Allah. Dalam kehidupan kadang kita sehat kadang kita sakit,sehat dan sakitpun di tangan Allah. Allah Maha menghidupkan,Maha mematikan. Dialah yang mengizinkan penyakit itu menimpa, dan Dia pula lah yang mengangkat penyakit itu.

Allah SWT berfirman dalam (Surah Asy-Syu’arah : 78-81) yang artinya :

Yaitu yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, dan yang

Memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan

Aku, dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali).

Demikian ketentuan dari Allah. Sunnatullah ketika mendapatkan kenikmatan, mudah manusia menerima kenyataan itu. Namun ketika suatu musibah menimpa kita, tidak mudah menghadapinya. Padahal ketika suatu musibah itu datang kita menyikapinya dengan sabar dan tawakal, kita akan menemukan kenikmatan luar biasa yang ada didalamnya. Tulisan ini berupa renungan dan hikmah di balik musibah yang pernah menimpa penulis pada tahun 2012. Penulis di vonis dokter menderita (strok dalam kata ringan) dan pada saat itu penulis sadar betul,kalau kita dapat penyakit seperti itu pencegahan pertama adalah kita yang sakit jangan sampai berbaring. Hal ini penulis lakukan agar syaraf otak kita tidak di serangnya. Dengan solusi yang seperti ini alhamdulillah penyakit yang kita alami berangsur-angsur membaik dan penulis yakin bahwa penulis menganggap apa yang terjadi dalam hidup ini,termasuk sakit adalah sebuah sunnatullah, maka penulis mencoba untuk sabar dan tawakal. Ternyata hasilnya luar biasa.

Dari pengalaman ini, saya ingin berbagi dengan pembaca, bahwa malam pertama dan menjelang subuh orang pertama yang saya bangunkan itu adalah senjata kita itu, kalau itunya masih normal dan bisa bangun seperti biasa, maka insyaallah dengan izin Allah kita selalu membaik dan sehat-sehat selalu. Tulisan ini penulis garap dengan gaya bertutur, agar

terasa lebih ringan dan akrab. Dan juga, tulisan ini memang mencerminkan hasil kenangan penulis selama sakit. Bukan untuk menggurui, tetapi berbagi pengalaman. Siapa tahu tulisan ini ada manfaat bagi yang membacanya, terutama mereka yang mengalami hal yang serupa dengan penulis.

Penulis sungguh berharap, tulisan sederhana ini mudah-mudahan ada manfaatnya. Selain merupakan hasil renungan penulis yang barangkali bisa berbagi kepada para pembaca, penulis juga ingin mempersembahkan renungan ini bagi mereka yang cukup banyak membantu penulis, sebagai bentuk syukur kepada Allah dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan amalan-amalan dan zikir kepada Allah untuk pengobatan. Hal ini tentunya tak terlepas dari Taufik dan Hidayah dari Allah SWT.

Kemudian penulis ingin menguraikan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW yang berkaitan dengan ujian sakit. Agar kita semua mendapat gambaran terlebih dahulu, bagaimana tuntunan islam soal sakit ini, kita akan lebih mudah menerima dan mengambil hikmah dari setiap kejadian dan musibah.

  1. Hidup, Mati, Sehat, dan Sakit hakikatnya dari Allah SWT. Sebenarnya, sebagian besar dari kita sudah mengetahui bahwa hidup dan mati kita, sehat dan sakit kita, hakikatnya atas kehendak Allah SWT. Namun demikian serinngkali kita “tidak terima” ketika suatu musibah terjadi oleh karena itu, patut kita menyimak firman Allah dalam Al-Qur’an.

(Al-An’aam : 60-61)

Artinya : Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang diantara kamu, malaikat-malaikat kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya. (Al-An’aam : 60-61)

kemudian (QS.Al-An’aam : 17-18)

Artinya : Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkan selain Dia, dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia maha kuasa atas segala sesuatu, dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba Nya. Dan Dia maha bijaksana. (Al-An’aam : 17-18)

 

 

(Qur’an pada ayat 68 Surat Al Mu’min)

Artinya : Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, jadilah maka jadilah sesuatu itu.

 

Dengan menyadari bahwa semua itu hakikatnya dari Allah, maka hati akan mudah untuk pasrah. Kita bisa menerima suatu keadaan yang tidak diinginkan, karena kita sudah mengetahui Allah mempunyai maksud tertentu dengan keadaan ini. Mungkin Allah ingin menguji kita, Allah ingin menaikkan derajat kita, Allah ingin menggugurkan dosa-dosa kita, dan sebagainya. Dengan demikian, sangat penting bagi seseorang muslim mengetahui bahwa hidup, mati, sehat, dan sakit hakikatnya dari Allah SWT.

Dengan sakit, maka seseorang dengan khusyu berdo’a. Ia merintih berdo’a dengan penuh pengharapan kepada Rabbnya. Allah senang mendengar permohonan hamba-Nya itu. Perasaan seperti ini pun saya alami, yaitu berdo’a dengan kekhusyukan yang berbeda daripada doa-doa sebagaimana biasanya Allah SWT terasa sangat dekat. Pada saat itulah merasakan Allah SWT lebih dekat daripada urat leher saya. Firman-Nya dalam surah al Qa’af ayat 16.

 

Artinya : Dan sungguh kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Qa’af ; 16)

 

Kemudian hadits Rasulullah SAW memberikan tuntunan apabila kita sakit maka kita diperintahkan berobat dengan hal-hal yang di halalkan. Apabila kita menjalani hal ini, yaitu berobat dengan ikhlas dan sabar, maka upaya ini termasuk ibadah yang bernilai di mata Allah.

Rasulullah SAW bersabda,

Artinya : Ingatlah, setiap penyakit pasti ada obatnya, karena itu (jika kalian sakit) berobatlah kalian, tetapi janganlah kalian berobat barang yang haram.

(HR. an Nasa’i)

Rasulullan SAW bersabda/berdo’a dalam (HR Muslim dan at-Tirmidzi)

Artinya : Yaa Allah Tuhan sekalian manusia, hidupkanlah (sembuhkanlah) penyakit (ini). Engkau adalah Dzat yang dapat memberikan kesembuhan. Tidak ada Dzat yang dapat menyembuhkan kecuali Engkau, yakni berupa kesembuhan yang tidak mengakibatkan kesakitan. Tatkala sakit, ia bersabar dan kesabaran nya itu akan menghasilkan ibadah. Sehingga apapun yang terjadi pada diri seseorang Muslim, ujung-ujungnya adalah pahala.

Begitulah berbagai ujian, cobaan, musibah, termasuk di dalamnya penyakit yang kita derita mengandung banyak hikmah yang bisa kia renungkan. Dengan demikiaan, kita akan mendapat banyak manfaat dari renungan dan hikmah tersebut. Tidak saja yang sakit, tapi bagi siapa saja yang dapat memetik hikmah atas kejadian tersebut.

 

Penulis :
Editor / Redaktur : rajudin