Diunggah tanggal 29-12-2016 08:51:56 WITA

Manajemen Kelas



Oleh:  Hasanudin, S.Ag. ( Guru MIN Pihaung Amuntai)

Tindakan manajemen kelas yang dialakukan oleh seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang dihadapi, sehingga pada gilirannya ia dapat memilih strategi penanggualangan.

Munculnya masalah individu didasarkan pada anggapan dasar bahwa semua tingkah laku individu merupakan upaya mencapai tujuan tertentu yaitu pemenuhan kebutuhan untuk diterima oleh kelompok atau masyarakat dan untuk mencapai harga diri. Lebih lanjut Dreikurs, menyatakan bahwa akibat dari tidak terpenuhinya kebutuhan tersebut akan terjadi beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti berikut :

  1. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian oranglain. Gejala yang Nampak dari tingkah laku ini adalah siswa membadut dikelas atau dengan berbuat serba salah lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra.
  2. Tingkah laku yang ingin menunjukan kekuatan. Gejalanya adalah siswa selalu mendebat, kehilangan kendali emosiomal, marah-marah, menangis, atau selalu lupa pada aturan-aturan penting dikelas.
  3. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti oranglain. Gejala yang mucul dari tingkah laku ini adalah tindakan menyakiti orang lain seprti mengata-ngatai, memukul, menggigit, dsbg.
  4. Peragaan ketidakmampuan. Gejalanya adalah dalam bentuk sama sekali tidak mau mencoba melakukan apapun, karena beranggapan bahwa apapun yang dilakukan kegagalanlah yang dialaminya.

”.  Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen atau manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah ”. Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat “ bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan”. Manajemen dapat dilihat dari dua segi, yaitu manajemen yang menyangkut siswa dan manajemen fisik (ruangan, perabot, alat pelajaran).

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.

Suharsimi Arikunto,(2004), berpendapat bahwa tujuan manajemen   kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikuno menguraikan  rincian  tujuan Manajemen Kelas, sebagaimana berikut ini :

  1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
  3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional  dan intelek siswa dalam belajar.

Menurut Ahmad (1995:2) bahwa tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:

  • Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  • Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
  • Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
  • Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
  • Dengan demikian  semoga kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas berjalan lancar dan juga memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi yang baik akan terlaksana.

Penulis Hasanudin, S.Ag. ( Guru MIN Pihaung Amuntai)

Penulis :
Editor / Redaktur : rajudin