Menyokong Pendidikan
Oleh : Siti Mursidah, S.Pd.I (Guru MI Al Irsyad Palimbangan Amuntai)
Pengembangan pendidikan tingkat dasar dan menengah sebagai lanjutan pendidikan di sekolah selalu diupayakan untuk ditingkatkan. Hal ini dapat dibuktikan kegiatan belajar yang dilakukan secara berkesinambungan dengan harapan mampu membentuk karakter dan kepribadian individu yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa serta berbudi pekerti luhur.
Pendidikan ini perlu dilakukan untuk memenuhi pembangunan yang memerlukan sumber daya manusia yang cakap dan terampil serta berkarakter sehingga nantinya ia mampumeningkatkan kualitas kehidupannya juga membangun negerinya, juga mampu memberikan kontribusi dalam bentuk apapun dalam memenuhi perannya sebagai anggota masyarakat.
Pendidikan yang memang hak individu di setiap golongan masyarakat tidak boleh berhenti di tengah jalan. Arahan dan bimbingan orang tua akan selalu diperlukan dan memiliki peran yang besar dalam menyokong semangat belajar anak dalam menghadapi setiap halangan dan tantangan yang akan selalu ada di tengah-tengah langkah mereka.
Perkembangan dan kemajuan diri individu harus didasarkan pula kepada nilai-nilai agama. Nilai-nilai tersebut penting dimiliki agar seorang individu dapat membentengi dirinya dari berbagai macam pengaruh globalisasi dan westernisasi yang semakin hari semakin giat dalam merusak mental dan kepribadiannya. Allah swt berfirman dalam surah An Nisa ayat 9 yang artinya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan akan keturunan yang lemah yang mereka khawatir akan kesejahteraan mereka oleh karenanya hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik”. Nabi Ibrahim as selalu berdoa dengan ucapan “Ya Allah anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang shaleh”.
Keberhasilan proses belajar mengajar merupakan kebanggaan milik bersama, karena melalu proses belajar mengajar inilah akan lahir individu yang memiliki keterampilan, pengetahuan, serta memiliki karakter dan kepribadian yang mulia. Dengan lahirnya individu-individu seperti ini maka seperti itulah potret generasi penerus yang akan membantu kita dalam menangkal setiap arus westernisasi dan globalisasi negatif yang selalu hadir di tengah-tengah kita. Individu seperti ini akan mampu memilah-milah pekerjaan yang baik dan yang buruk, juga mana yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan sehingga apapun yang dilakukannya akan selaluberorientasi kepada nilai nilai moral agama, harapan orang tua, serta pengorbanan dan keikhlasan demi kesejahteraan di dunia dan di akhirat.
Ilmu pengetahuan memiliki kedudukan penting dalam agama Islam. Saat Allah menawarkan Nabi Sulaiman as tentang jabatan, harta, atau ilmu, maka beliau memilih ilmu di antara ketiganya, dan saat beliau memilih ilmu tersebut, maka Allah menyertakan bersamanya harta dan jabatan. Mengacu kepada pilihan Nabi Sulaiman as tersebut maka jelaslah manfaat dan peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan ini.
Sasaran yang tepat untuk proses pendidikan ilmu pengetahuan adalah anak-anak usia sekolah juga setiap bibit generasi muda. Hal ini dikarenakan beberapa alasan antara lain :
- Jiwa generasi muda pada dasarnya selalu memerlukan asupan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
- Generasi muda belum banyak dibenani oleh tanggung jawab terhadap keluarga.
- Peluang sukses generasi muda lebih besar karena mereka masih muda.
Pendidikan dan pengajaran berarti menanamkan akhlak dalam jiwa anak, menyiramnya dengan petunjuk, bimbingan, dan nasihat sehingga kelak mereka akan menjadi poros penggerak pembanunan yang tangguh untuk kebangkitan ummat menuju kemajuan dan jalan kebenaran.
Mustafa al Ghalayani menyatakan dalam salah satu nasihat beliau “Wahai ummat, didiklah generasi muda dengan sebaik-baiknya, mereka akan menolong dan bangkit bersamamu dari jurang kehinaan dan kebodohan. Dan engkau wahai generasi muda, biasakanlah untuk berakhlak yang baik, giatlah menuntut ilmu yang berguna, bekali dengan berbagai keterampilan dan kelak kamu akan melihat kemajuan”.
Perjalanan generasi muda dalam menggali pengetahuan tidaklah semudah yang dibayangkan, akan selalu ada halangan dan rintangan, untuk itu kesiapan fisik dan mental sangat diutamakan, kesabaran dan keikhlasan harus ditanamkan, dan perjuangan dan doa harus selalu dipanjatkan kepada Allah. Allah berffirman dalam surah Al Fushilat ayat 36 yang artinya “Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonkanlah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Semoga para pendidik dapat mengarahkan pengetahuan dan keterampilannya untuk diwariskan kepada generasi muda sehingga akan lahir individu-individu unggul yang akan memberikan kontribusi besar untuk kemajuan agama, bangsa, dan Negara.
Penulis :Editor / Redaktur : rajudin