Anak Didik dalam Pendidikan Islam
Oleh Mu’minah, S.Ag. (Guru Pada MTsN 5 Amuntai)
Dalam masalah anak didik ini,ada tiga istilah sebagai pandangannya,yaitu murid,pelajar atau mahasiswa.Murid yang secara harfiah berarti orang yang menginginkan atau membutuhkan sesuatu.Murid dalam bahasa arab disebut tilmidz (jamknya) talamidz.Sedangkan untuk pelajar dan mahsiswa disebut thalib al-ilm,yang berarti yang menuntut ilmu.Ketiga istilah tersebut mengacu pada seseorang yang menempuh pendidikan.Perbedaannya hana terletak pada penggunaannya.pada sekolah tingkat rendah seperti madasah ibtidaiyah digunakan istilah murid atau tilmidz.sedangkan pada sekolah yang tingkatnnya lebih tinggi seperti madrasah aliyah dan perguruan tinggi maka digunakan istilah thalib al-ilm.
Anak didik sekolah atau anak dalam keluarga memiliki kesamaan dengan segala perbedaannya.perbedaan itu dapat dilihat pada aspek biologis,intelektual,dan psikologis.Ketiga aspek tersebut diakui dapat melahirkan sikap dan perilaku anak didik yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya.Oleh karenanya,perlakuan pendidikan yang iberikan oleh guru atau orang tua pun seharusnya berbeda terhadap setiap anak didiknya.Kegagalan pendidikan akan terjadi bila seorang guru atau orang tua memandang anak didik atau anak adalah sama dalam segala hal.
Pengetahuan tentang siapa anak didik sangat penting bagi seorang guru atau orang tua,sehingga mudah melakukan pembinaan atau bimbingan.Dalam upaya untuk mengenal anak didik lebih jauh,maka hakikat anak didik harus diketahui sedini mungkin.Samsul Nizar telah berhasil membutiri hakikat anak didik dan implikasinya terhadap pendidikan islam,yaitu:
- Anak didik bukan merupakan miniatur orang dewasa,akan tetapi memiliki dunianya sendiri.
- Anak didik adalah manusia yang memiliki diferensiasi periodisasi perkembangan dan pertumbuhan.
- Anak didik adalah manusia yang memiliki kebutuhan jasmani dan rohani yang harus dipenuhi.
- Anak didik adalah makhluk Allah yang memiliki perbedaan individual yang disebabkan faktor pembawaan maupun lingkungan dimana ia berada.
- Anak didik merupakan resultan dari dua unsur utama,yaitu jasmani dan rohani.
- Anak didik adalah manusia yang memiliki potensi(fitrah) yang dapat dikembangkan dan berkenbang secara dinamis.
Oleh karena itu.peranan pendidikan sangat signifikan dalam ikut menumbuhkembangkan fitrah yang dibawa sejak anak dilahirkan.
Dalam pandangan Al-Ghazali fitrah adalah suatu sifat dari dasar manusia yang dibekali sejak lahirnya dengan memiliki keistimewaan-keistimewaan sebagai berikut:
- Beriman kepada Allah swt.
- Kemampuan dan kesediaan untuk menerima kebaikan dan keturunan atau dasar kemampuan untuk menerima pendidikan dan pengajaran.
- Dorongan ingin tahu untuk mencari hakikat kebenaran yang merupakan day untuk berpikir.
- Dorongan biologis yang berupa syahwat dan godlob atau insting.
- Kekuatan-kekuatan lain dan sifat-sifat manusia yang dapat dikembangkan dan disempurnakan.
Pengetahuan tentang hakikat anak sebagaimana disebutkan diatas mempunyai arti penting bagi guru dan orang tua dalam upaya mendidik anak.Komunikasi pendidikan akan dapat berlangsung dengan baik bila guru atau orang tua telah dapat memahami jiwa anak secara keseluruhan.Pengetahuan tentang periodisasi perkembangan ank,misalnya,dapat membantu guru dalam menentukan tujuan dan mempersiapkan bahan pelajaran apa yang harus diberikan kepada anak.paling tidak dalam periodisasi perkembangan ank tersebut ,dapat dikenal tentang interval perkembangan berpikir dari yang konkret ke yang abstrak.
Dalm konteks mendidik anak,ada taraf-taraf berpikir tertentu yang harus diketahui oleh guru atau orang tua,yaitu taraf berpikir pengetahuan,kompherensif,aplikasi,analisisdan sintetis,serta evaluasi.jika setiap taraf berpikir ini dihubungkan dengan macam-macam bentuk belajar.
Penulis :Editor / Redaktur : rajudin