Diunggah tanggal 05-12-2016 06:39:20 WITA

Membangun Keluarga Sakinah



Oleh : Mardiatillah, S.Ag (Penulis : Penyuluh Agama  di Amuntai )

Dalam   kehidupan   sehari-hari,   ternyata   upaya   mewujudkan   keluarga   yang   sakinah bukanlah perkara yang mudah, ditengah-tengah arus kehidupan seperti ini,. Jangankan untuk mencapai bentuk keluarga yang ideal, bahkan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga saja sudah merupakan suatu prestasi tersendiri, sehingga sudah saat-nya setiap keluarga perlu merenung   apakah   mereka   tengah   berjalan   pada   koridor   yang   diinginkan   oleh   Allah   ataukah   mereka   justru   berjalan   bertolak   belakang   dengan   apa   yang diinginkan oleh-Nya.

Islam   mengajarkan   agar   keluarga   dan   rumah   tangga   menjadi   institusi   yang   aman, bahagia dan kukuh bagi setiap ahli keluarga, karena keluarga merupakan lingkungan atau unit masyarakat  yang terkecil  yang berperan sebagai satu lembaga  yang menentukan  corak dan bentuk masyarakat. Institusi keluarga harus dimanfaatkan untuk membincangkan semua hal Sama ada yang menggembirakan maupun kesulitan yang dihadapi di samping menjadi tempat menjalin nilai-nilai kekeluargaan dan kemanusiaan.

Kasih sayang, rasa aman dan bahagia serta perhatian   yang   dirasakan   oleh   seorang   ahli   khususnya   anak-anak   dalam   keluarga   akan memberi kepadanya keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan   hidupnya.   Ibu   bapak   adalah   orang   pertama   yang   diharapkan   dapat   memberikan bantuan   dan   petunjuk   dalam   menyelesaikan   masalah   anak.   Sementara   seorang   ibu   adalah lambang kasih sayang, ketenangan dan juga ketenteraman. Al-Qur’an   merupakan   landasan   dari   terbangunnya   keluarga   sakinah,   dan   mengatasi permasalahan yang timbul dalam keluarga dan masyarakat.

Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada lima, yaitu :

  • memiliki kecenderungan kepada agama
  • yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda
  • sederhana dalam belanja
  • santun dalam bergaul dan
  • selalu introspeksi.

Sedangkan Konsep-konsep  membangun keluarga sakinah adalah :

1. Memilih Kriteria Calon Suami atau Istri dengan Tepat

Agar terciptanya keluarga yang sakinah, maka dalam menentukan kriteria suami maupun istri haruslah tepat.  Diantara  kriteria  tersebut misalnya beragama islam dan shaleh maupun shalehah;  berasal dari keturunan yang baik-baik;  berakhlak mulia,  sopan santun dan bertutur kata yang baik; mempunyai kemampuan membiayai kehidupan rumah tangga (bagi suami). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa sallam  bersabda,  “Perempuan dinikahi karena empat faktor:  Pertama,  karena harta;  Kedua,  karena kecantikan;  Ketiga,  kedudukan; dan  Keempat, karena agamanya. Maka hendaklah engkau pilih yang taat beragama, engkau pasti bahagia.”

2. Dalam keluarga Harus Ada Mawaddah dan Rahmah

Mawaddah   adalah   jenis   cinta   membara,   yang   menggebu-gebu   dan   “nggemesi”, sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan siap melindungi kepada yang dicintai. Rasa damai dan tenteram hanya dicapai dengan saling mencintai. Maka rumah tangga muslim punya ciri khusus, yakni bersih lahir bathin, tenteram, damai dan penuh hiasan ibadah. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Surat Ar-Rum [30] : 21 yang artinya :   “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri  dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”

3. Saling Mengerti Antara Suami-Istri

Seorang   suami   atau   istri   harus   tahu   latar   belakang   pribadi   masing-masing.   Karena pengetahuan   terhadap   latar   belakang   pribadi   masing-masing   adalah   sebagai   dasar   untuk menjalin   komunikasi   masing-masing.   Dan   dari   sinilah   seorang   suami   atau   istri   tidak   akan memaksakan   egonya.   Banyak   keluarga   hancur,   disebabkan   oleh   sifat   egoisme

4. Saling Mempercayai

Dalam berumahtangga seorang istri harus percaya kepada suaminya, begitu pula dengan suami terhadap istrinya ketika ia sedang berada di luar rumah. Jika diantara keduanya tidak adanya   saling   percaya,   kelangsungan   kehidupan   rumah   tangga   berjalan   tidak   seperti   yang dicita-citakan yaitu keluarga yang bahagia dan sejahtera. Akan tetapi jika suami istri saling mempercayai,   maka   kemerdekaan   dan   kemajuan   akan   meningkat,   serta   hal   ini   merupakan amanah Alloh.

5. Suami Istri Harus Menghindari Pertikaian

Pertikaian adalah salah satu penyebab retaknya keharmonisan keluarga, bahkan apabila pertikaian  tersebut terus  berkesinambungan maka  dapat menyebabkan  perceraian.  Sehingga baik suami maupun istri harus dapat menghindari masalah-masalah yang dapat menyebabkan pertikaian   karena   suami   dan   istri   adalah   fakkor   paling   utama   dalam   menentukan   kondisi keluarga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Laki-laki   yang   terbaik   dari   umatku   adalah   orang   yang   tidak   menindas   keluarganya, menyayangi dan tidak berlaku zalim pada mereka.” (Makarim Al-Akhlaq : “Barangsiapa yang bersabar atas perlakuan buruk isterinya, Allah akan memberinya pahala seperti yang Dia berikan kepada Nabi Ayyub alaihi sallam yang tabah dan sabar menghadapi ujian-ujian Allah yang berat. (Makarim Al-Akhlaq : 213) 

6. Suami Istri Harus Menjaga Aqidah yang Benar

Akidah   yang   keliru   atau   sesat,   misalnya   mempercayai   kekuatan   dukun,   magic,   dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan menyimpang dari aturan agama bukan saja membuat langkah hidup tidak rasional, tetapi juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal. Membina   suatu   keluarga   yang   bahagia   memang   sangat   sangat   sulit.   Akan   tetapi   jika masing-masing   pasangan   mengerti   konsep-konsep   keluarga   sakinah   seperti   yang   telah diuraikan di atas, Insya Allah cita-cita untuk  membentuk keluarga bahagia  dan  kekal  dalam aturan syari’at Islam, yang disebutkan dengan “Rumahku adalah surgaku” akan terwujud.

Penulis :
Editor / Redaktur : rajudin