Diunggah tanggal 16-11-2016 08:45:38 WITA

Saat Dunia Pendidikan Terkontaminasi Idealisme Politik Kepentingan



Oleh : Jamaludin Nasrullah, S.Ag.

(Guru Bahasa Arab Pada MAN Haruai Kabupaten Tabalong)

 

Dunia pendidikan memiliki hakikat untuk memanusiakan manusia secara utuh, mengolah sumber daya manusia menjadi mumpuni dan bermartabat. Sedangkan idealisme politik kepentingan merupakan sebuah prinsif berproses yang dijalankan untuk bertindak sesuai dengan mekanisme kebijakan dan keinginan tertentu. Dengan demikian, antara dunia pendidikan dan idealisme politik kepentingan merupakan porsi dunia yang berbeda.

Bagaimana jika dunia pendidikan terkontaminasi dengan idealisme politik kepentingan ? Jawabnya sudah barang tentu perbedaan sudut pandang proporsinya akan berimbas pada kelangsungan proses pendidikan secara keseluruhan. Tidak bisa dipungkiri, dewasa ini di hampir setiap lembaga pendidikan sudah mulai dipengaruhi oleh kegiatan politik kepentingan. Di setiap aktivitas pendidikan sudah mulai dicampur adukan dengan sebuah kepentingan yang tersistematisir. Sebuah ambisi kepentingan dan kekuasaan yang menjadi inti politik dijadikan perhiasan berharga dalam lembaga pendidikan, sehingga dari politik yang sewajarnya sampai kepada politisasi kepentingan yang menghalalkan segala cara telah mewarnai dunia pendidikan saat ini.

Politik kepentingan di dalam dunia pendidikan merupakan idealisme yang diterapkan para oknum penyelenggara pendidikan secara sistematis untuk mengamankan kepentingan dan kekuasaan pribadi atau kelompok tertentu. Sebagai contoh, seorang guru selaku penyelenggara pendidikan di sebuah sekolah yang eksis bertahan lama hingga puluhan tahun, ia merasa memiliki kekuasaan di sekolah tersebut, segala tindak tanduknya yang sekian lama bertahan dan berjalan tidak akan rela diubah oleh orang-orang yang baru datang di sana, dengan segala cara oknum guru tersebut merancang strategi bagaimana agar pembaharu yang baru datang itu tidak betah bertahan di sekolah tersebut. Hal seperti seperti ini merupakan fenomena buruk dan tidak beresnya dunia pendidikan.

Akibat dari adanya idealisme politik kepentingan yang berkontaminasi dengan hiruk pikuk dunia pendidika, tidak sedikit para penyelenggara pendidikan yang tersisihkan karena ia dijadikan kambing hitam oleh para oknum penyelenggara pendidikan yang lain yang ingin mempertahankan atau pencapai kekuasaan pribadi ataupun kelompok yang diinginkan. Mereka tidak peduli nilai-nilai kearifan yang seharusnya melekat pada seorang penyelenggara pendidikan. Bagi mereka, teman sejati adalah kepentingan dan kekuasaan pribadi atau kelompoknya, bukan memanusiakan manusia menjadi handal dan bermartabat.

Jika dunia pendidikan mulai terkontaminasi oleh idealisme politik kepentingan, maka salah satu solusinya adalah diadakannya mutasi pegawai secara berkala oleh pejabat yang berwenang, karena idealisme politik kepentingan itu lebih banyak dilatarbelakangi oleh penyelenggara pendidikan yang dibuat betah bertahan lama pada sebuah satuan kerja pendidikan. Disamping itu pula dikarenakan oknum penyelenggara pendidikan yang memiliki ego yang tinggi dan idealisme kepentingan yang tidak bertanggung jawab.

Dengan demikian, antara dunia pendidikan dan idealisme politik kepentingan bisa dipisahkan menuju proporsi dunia masing-masing guna mewujudkan pendidikan yang memanusiakan manusia sebagaimana yang telah diamanahkan Allah SWT dan UUD 1945.

Penulis :
Editor / Redaktur : rajudin