Diunggah tanggal 08-11-2016 03:07:34 WITA

Bahasa Arab, Bahasa Filsafat



Oleh : Jamaludin Nasrullah, S.Ag (Guru Bidang Studi Bahasa Arab Pada MAN Haruai Kabupaten Tabalong)

Bahasa merupakan alat atau media komunikasi antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Dengan bahasa seseorang bisa berinteraksi baik dengan berbagai lapisan masyarakat di berbagai penjuru tempat. Masing-masing negara di dunia bahkan masing-masing daerah di suatu negara memiliki bahasa yang digunakan untuk saling berinteraksi. Masing-masing bahasa memiliki ciri dan karakter tersendiri termasuk bahasa Arab yang tentunya digunakan sebagai bahasa resmi di negara Arab seperti Saudi Arabia.

Bahasa Arab memiliki karakter khusus yang memiliki nilai-nilai filosofis pada setiap kata dan ungkapannya. Maka wajar dan sangat beralasan ketika Allah mengatakan melalui Rasulullah SAW bahwa Bahasa Arab adalah bahasa Alqur’an dan akan dijadikan bahasa resmi penduduk surga di akhirat kelak.

Nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam kosa kata dan ungkapan bahasa Arab adalah kata dan ungkapan yang sangat dalam maknanya, seakan penuh pertimbangan sebelum membuat dan menentukan kata tersebut sebelum dijadikan kosa kata resmi. Demikian juga halnya dalam berbagai ungkapannya yang sarat makna mendalam.

Penulis mencoba memberikan beberapa contoh kosa kata dan ungkapan bahasa Arab yang memiliki nilai-nilai filosofis, antara lain sebagai berikut :

1. Mudarrisun, artinya guru.

Kata Mudarrisun berasal dari kata kerja Darrasa-Yudarrisu, yang atinya belajar. Mudarrisun adalah bentuk kata isim faa’il (orang yang melakukan perbuat) yang terpecah dari fi’il maadhi dan mudhaari’ di atas. Mudarrisun secara harfiah bisa kita terjemahkan sebagai orang yang memberikan pelajaran. Jadi yang namanya guru menurut istilah bahasa Arab adalah orang yang memberikan pelajaran kepada siapa saja dan siapapun yang mendapatkan pelajaran itu adalah termasuk anak didiknya sekalipun pelajaran yang disampaikan hanya satu huruf.

2. Thaalilahbun, artinya siswa/mahasiswa.

Kata Thaalibun berasal dari kata Thalaba-Yathlubu, yang artinya siswa/mahasiswa. Thaalibun adalah bentuk kata isim faa’il (orang yang melakukan perbuat) yang terpecah dari fi’il maadhi dan mudhaari’ di atas. Thaalibun secara harfiah bisa kita terjemahkan sebagai orang yang menuntut atau mencari. Jadi yang namanya siswa/mahasiswa menurut istilah bahasa Arab adalah orang yang menuntut/mencari sesuatu hal yang bermanfat untuk dirinya dan orang lain berupa ilmu pengetahuan dunia dan akhirat. Jadi nilai filosofis istilah siswa menurut bahasa Arab adalah seseorang yang proaktif dalam menuntut dan mencari ilmu pengetahuan. Tepat apa yang pernah dikatakan Imam Malik RA bahwa ilmu itu dituntut/dijemput, bukan ilmu yang menjemput kita.

3. Masjidun, artinya Mesjid.

Kata Masjidun berasal dari kata Sajada-Yasjudu, yang artinya mesjid/tempat sujud. Masjidun adalah bentuk kata isim makan (tempat dilakukannya suatu perbuat) yang terpecah dari fi’il maadhi dan mudhaari’ di atas. Masjidun secara harfiah bisa kita terjemahkan sebagai suatu tempat yang digunakan untuk melakukan kegiatan sujud merendahkankan diri kepada Allah Yang Maha Agung. Jadi yang namanya mesjid menurut istilah bahasa Arab adalah tempat yang dikhususkan fungsinya untuk melakukan aktifitas sujud dan shalat, bukan untuk kepentingan duniawi seperti tempat berkampanye menyongsong Pemilu.

4. Marhaban, artinya Selamat datang.

Kata Marhaban berasal dari kata Rahiba-Yarhabu, yang artinya selamat datang. Marhaban adalah bentuk kata Mashdar (nama suatu perbuat yang tidak terikat waktu) yang terpecah dari fi’il maadhi dan mudhaari’ di atas. Marhaban secara harfiah bisa kita terjemahkan sebagai nama suatu perbuatan yang diungkapkan seseorang kepada seseorang yang datang untuk memberikan kelapangan. Jadi yang namanya selamat datang menurut istilah bahasa Arab adalah pemberian perasaan lapang kepada seseorang yang datang, tidak memberikan beban tenaga ataupun pikiran.

5. Ahlan wa sahlan, artinya Selamat datang.

Ungkapan Ahlan wa sahlan berasal dari kata Ahlun, yang artinya keluarga. Ahlan wa sahlan adalah bentuk ungkapan percakapan seseorang ketika bertemu atau menyambut tamu yang datang. Ahlan wa sahlan secara harfiah bisa kita terjemahkan seperti keluarga sendiri. Jadi kebiasaan ungkapan Ahlan wa sahlan menurut istilah bahasa Arab adalah pertemuan antara seseorang terhadap seseorang yang lain yang dianggap sebagai keluarga sendiri, penuh keakraban dan tidak ada sesuatu yang asing diantara keduanya.

Masih banyak lagi berbagai contoh kosa kata ataupun ungkapan bahasa Arab yang kesemuanya memiliki nilai-nilai filosofis tersendiri. Itulah diantara istimewanya bahasa Arab disbanding bahasa-bahasa Negara lain yang ada di dunia. Walaupun demikian, sebagai warga Negara Indonesia, kita tetap bangga bahasa Indonesia menjadi bahasa kesatuan di negara kita tercinta Indonesia.

 

 

 

 

Penulis :
Editor / Redaktur : rajudin