Indikator Kebahagian Hidup Menurut Islam
Oleh Hj.Wardah.S.Pd.I. Guru Kelas MIN Handil II Tambak Sirang
Dalam hidup dan kehidupan tentunya semua orang mempunyai tujuan, tidak lain tujuan hidup seseorang ingin meraih kebahagian, kemakmuran, dengan berbagai cara digunakan orang-orang, dalam mencapai sebuah kebahagian hidup, namun dalam Islam ada ketentuan yang dapat membantu kebahagian seseorang selama tinggal didunia yang fana , diantaranya indikator kebahagian menurut Islam sudah ditentukan.
Qalbun Syakirun (Hati yang selalu bersyukur) selalu menerima apa adanya (Qona ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan dalam mengejar sesuatu, tidak stress selalu merasa cukup apa yang telah diberikan ALLah Swt , dengan demikian hati akan merasakan kedamain, ketentraman, tidak gelisah.Inilah nikmat bagi hati yang selau bersyukur (QS.13 ayat 28, surah 2 ayat 152,16, 18, 34)
Al- Jawaju Shalehah (Pasangan Hidup yang sholeh/Shalehah), mencari pasangan hidup zaman sekarang sangat sulit apabila kreterianya sholeh/ sholehah, namun mencari pasangan yang cantik dan tampan mudah didapatkan, karna tidak banyak pemuda atau pemudi yang mau menimba ilmu agama,mereka lebih cenderung mencari kelebihan ilmu kepintaran dunia daripada harus dudk membaca Qur an dan ilmu agama lainnya, memiliki pasangan hidup suami/isteri yang sholeh/ sholehah, akan menciptakan suasana rumah dan keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.(QS.17 Ayat 32, surah 24 ayat 32, surah 24 ayat 26).
AL- Auladul Abrar (Anak yang sholeh dan sholehah) membentuk karakter anak sholeh tidaklah mudah, perlu bimbingan dan ketedanan baik dalam keluarga, sekolah dan lingkungan, faktor yang paling berpengaruh adalah bimbingan dan ketedanan yang dilihat anak setiap hari, anak yang sholeh bukan saja menyenangkan hati kedua orang tuanya ketika didunia, tetapi mampu menyelamatkan orang tuanya ketika sudah meninggalkan dunia ini. Doa anak yang sholeh/ sholehah kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, maka berbahagialah kedua orang tua yang memiliki anak yang sholeh dan sholehah.(QS.17 ayat 23, 31: 14,46: 15, 29: 8, 25: 74)
Al- Baiatul Sholeh (Lingkungan yang Kondusif untuk Iman Kita), lingkugan amat berpengaru terhadap pembentukan kepribadian seseorang, terlebih bagi anak- anak mereka akan mudah terpengaruh terhadap kegiatan yang negatif, Nabi mengatakan, ''Siapa dekat orang yang berjualan miyak wangi, maka dia akan kecipratan bau harumnya, siapa yang dekat orang jualan ikan , maka akan kecipratan bau busuknya ikan,'' begitulah imbas lingkungan turut menentukan karakter seseorang.Rasulullah menganjurkan agar kita bergaul dengan orang – orang shoeh yang selalu mengajak kearah kebaikan, dan mengingatkan apabila kita berbuat salah.(QS. 4: 69, 26; 214, 5: 2)
Al- Malulun Halalun ( Harta yang Halal) harta yang melimpah akan sangat baik kalau diiringi dengan kehalalan ketika mendapatkannya, karna harta yang mendapatkannya dengan jalan haram, ketika dinikmati akan menjadi darah dan daging pada tubuh, kelak dihari kiamat bagian tubuh yang berasal dari makanan haram akan terus disiksa Allah SWT diakherat kelak. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati, hati menjadi bersih, suci dan kokoh, sehingga menjadi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang selalu teliti menjaga kehalalan hartanya.(Qs.2:ayat 267, 2:269, 2:155)
Tafakuh fid- dien (Semangat untuk Memahami Agama) dengan belajar ilmu agama, akan semakin banyak kadar cinta kita kepada Allah SWT, dan Rasulnya, cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya, orang yang selalu berusaha mencari dan mendatangi tempat menuntut ilmu agama, hidupnya akan selalu diberkahi. Nabi menganjurkan untuk selalu menuntut ilmu pengetahuan sepanjang hidup/masa, ''Uthlubul i’lma minal mahdi ilala lahdi,'' ''tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat,'' sabda nabi yang lain, ''uthlubul I’lma walau Bisshina.'' Artinya tuntutlah ilmu walaupun samapai ke negeri Cina, hikamahnya, kita selalu diwajibkan untuk selalu belajar, belajar dan belajar, walaupun sampai kenegeri yang sangat jauh, dan sampai akhir hayat, karna ilmu orang bisa kaya,pintar, karna ilmu oranga akan menemukan kebahagian dunia dan kebahagian akhirat..
Umur yang barokah, hendaknya umur yang semakin tua semakin sholeh, semakin barokah, berbahagialah orang yang pandai memanfaatkan waktu selama hidupnya, setiap detik merupakan ibadah, karna dalam Islam apaun yang dikerjakan bagi Islam, akan menjadi ibadah yang disertai niat, seseorang yang semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan sang pencipta, maka dia akan selalu berusaha memanfaatkan umurnya, untuk dirinya maupun untuk orang- orang sekelilingnya, inilah semangat hidup oarang- orang yang barokah hidupnya/umurnya,(QS.2: ayat 96, 37,36:68,225)
Sekiranya indikator- indikator dapat diterapkan dalam hati setiap insan menurut Islam maka dalam kehidupan akan menjadi tuntunan hidup yang membawa pada kebahagian baik ketika didunia bahkan sampai ke akherat, apalagi indikator tersebut dimiliki oleh seorang pendidik, maka dunia pendidikan akan semakin maju, terarah dan akan mempu menciptakan generasi yang berkualitas, generasi yang tidak saja pintartetapi jujur dan mampu menjadi teladan dan panutan orang sekelilingnya, kehidupan sosial akan jauh dari perpecahan dan dapat memperoleh kehidupan yang bahagia, bagi dirinya ataupun anak didiknya.
Penulis :Editor / Redaktur : rajudin