Diunggah tanggal 30-09-2016 06:34:55 WITA

Kepemimpinan Kreatif dan Inovatif Kepala Sekolah/Madrasah



Oleh:
Ahmad Husaini, S.Pd.I
Mahasiswa Semester IV Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin

Latar Belakang

Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Kepemimpinan kepala sekolah/madrasah mutlak membutuhkan mentalitas enterpreneurship. Dengan mentalitas ini, lembaga pendidikan akan menjadi lebih mandiri, kompetitif dan kreatif. Enterpreneurship tidak hanya berkonotasi mandiri dalam pengelolaan finansial dalam lembaga pendidikan, akan tetapi juga berkaitan dengan kemandirian kurikulum, budaya pendidikan dan ciri atau karakter yang dikembangkan.

Jiwa enterpreneurship juga sangat menentukan keberhasilan seorang pemimpin, di samping pengetahuan yang mumpuni, keuletan dalam berusaha serta daya dukung manajerial yang baik. Seorang entrepreneur sejati adalah orang yang pantang menyerah dengan keadaan, tidak bergantung kepada pihak lain, cenderung inovatif dan yang pasti kompetitif.

Daya saing yang lemah dan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang rendah sesungguhnya banyak disebabkan dari absennya mentalitas enterpreneurship ini. Mentalitas ini mampu meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.1

Dengan tidak hadirnya mentalitas ini, sumber daya alam dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak lantas menjadikan bangsa ini berjaya dibandingkan dengan bangsa lain yang tidak memiliki kekayaan alam seperti Indonesia. Inilah yaang menyebabkan Indonesia kalah dengan bangsa lain, termasuk Singapura, Korea Selatan, Jepang, sekalipun negara-negara ini tidak memiliki kekayaan alam seperti Indonesia. Bahkan, negara-negara ini jauh lebih makmur dan sejahtera dibandingkan Indonesia.

PEMBAHASAN

A. Kepemimpinan Kreatif dan Inovatif Kepala Sekolah/Madrasah

1. Pengertian Kepemimpinan Kepala Sekolah/Madrasah

Definisi atau batasan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli berbeda-beda antara satu dengan yang lain, hal ini disebabkan karena sudut pandang mereka yang berbeda. Seperti yang dikemukakan oleh Koman Wardana, Niwayan Mujiati, Ana Agung A.Suryati yang dikutip oleh Dr. M. Arifin MM, Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain, agar orang tersebut berprilaku seperti yang dikehendaki.2

Pemimpin yang berhasil bukanlah yang mencari kekuasaan untuk diri sendiri, melainkan mendistribusikan kekuasaan kepada orang banyak untuk mencapai cita-cita bersama.3
Sebagian besar definisi kepemimpinan mencerminkan asumsi bahwa kepemimpinan berkaitan dengan proses yang disengaja dari seseorang untuk menekankan pengaruhnya yang kuat terhadap orang lain untuk membimbing, membuat struktur, memfasilitasi aktifitas, dan hubungan di dalam kelompok atau organisasi.4

Kepala Sekolah memiliki makna yang umum. Pengertian kepala sekolah berlaku bagi seluruh pengelola lembaga pendidikan yang bisa meliputi kepala sekolah, kepala madrasah, direktur akademi, ketua sekolah tinggi, rektor institut atau universitas, kyai pesantren dan sebagainya.5
Sedangkan menurut PMA Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Kepala Madrasah, pengertian Kepala Madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan pada madrasah.6

Sebagai Pemimpin pendidikan atau pemimpin lembaga pendidikan, kepala sekolah/madrasah membawahi atau mengendalikan banyak orang sebagai bawahan yang secara struktural maupun tradisional mengikuti langkah-langkah pemimpinnya dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan sampai tahap evaluasi.


Lebih lanjut bahwa kepala sekolah/madrasah sebagai kepala administrasi bertugas untuk membangun manajemen sekolah serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan keputusan manajemen dan kebijakan sekolah. Dalam hal ini menurut pendapat Sanusi bahwa “ perubahan dalam peranan dan fungsi sekolah dari yang statis di jaman lamlau kepada yang dinamis dan fungsional-konstruktif di era glabalisasi, membawa tanggung jawab yang lebih luas kepada sekolah, khususnya kepada asministrator sekolah.7

2. Pengertian Kreatif

Kreativitas merupakan memikirkan sesuatu, kemampuan seseorang untuk
melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.8
Kreativitas merupakan kemampuan berpikir menjajaki bermacam-macam alternatif jawaban terhadap suatu persoalan, yang sama benarnya. Sedangkan menurut Rogers, kreativitas merupakan kecenderungan-kecenderungan manusia untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Kreativitas   sebagai kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:
1. Sesuatu yang “baru”, diartikan sebagai inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik.
2. Berguna, yang diartikan sebagai lebih enak, praktis, mempermudah, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil yang baik.
3. Dapat dimengerti atau understandable, yang diartikan hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat dilain waktu, atau sebaliknya peristiwa-peristiwa yang terjadi begitu saja, tak dapat dimengerti, tak dapat diramalkan dan tak dapat diulangi.
Beragamnya pendapat para ahli akan pengertian kreativitas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang pemimpin kepala sekolah/madrasah untuk menghasilkan suatu produk yang baru ataupun kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya, yang berguna, serta dapat dimengerti.

3.  Pengertian Inovatif

Inovatif adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi. Dengan inovasi maka seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayanan, proses kerja, pemasaran, sistem pengiriman, dan kebijakan, tidak hanya bagi perusahaan tapi juga stakeholder dan masyarakat.9

Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat. Untuk menghasilkan perilaku inofatif seseorang harus melihat inovasi secara mendasar sebagai proses yang dapat dikelola.

Zimmerer dan Scarborough, inovasi merupakan kemampuan untuk menerapkan solusi yang kreatif terhadap suatu permasalahan berikut dengan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan seseorang.10

Perilaku Inovatif

Pengertian perilaku inovatif menurut Wess & Farr adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’, yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi.11

Perilaku inovatif  adalah semua perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang diarahkan untuk menghasilkan dan mengimplementasikan hal-hal ‘baru’, yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi; yang terdiri dari dua dimensi yaitu kreativitas dan pengambilan resiko dan proses inovasinya bersifat inkremental.

Karakter pemimpin yang berperilaku Inovatif
1. Memiliki visi yang jelas terhadap hasil yang akan dicapai.
2. Dia selalu mencari dan menulis setiap ide baru yang akan mempermudah pekerjaannya dan meningkatkan kualitas dirinya.
3. Melontarkan ide-ide kepada orang lain untuk didiskusikan bersama.
4. Berfikir dengan menggunakan berbagai cara.
5. Tidak akan terpengaruh oleh hinaan, ejekan, atau gentar dengan rintangan. Dia akan terus mengamati, dan berusaha mencari temuan-temuan baru.
6. Tidak mau menerima rutinitas yang membuatnya stagnan.
7. Seorang yang berjiwa inovatif tidak pernah merasa bosan berusaha (ulet)
8. Tidak takut melakukan kesalahan
9. Memandang setiap kesulitan adalah sebagai jalan pembuka untuk menuju sukses.

Dari beberapa pendapat para ahli akan pengertian kepemimpinan kepala sekolah/madrasah, yang kreatif dan inovatif, maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kreatif dan inovatif kepala sekolah/madrasah adalah kemampuan seseorang pemimpin yaitu kepala sekolah/madrasah untuk menghasilkan suatu produk yang baru dan melakukan sesuatu yang baru tersebut yang dapat menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat.

B. Ciri Pemimpin yang  Kreatif dan Inovatif Kepala Sekolah/Madrasah

Sudah tidak kontekstual lagi bagi pemimpin di zaman yang serba cepat ini mengandalkan posisinya dengan sekedar memberikan perintah kepada anak buahnya. Pemimpin perlu lebih bijak dalam menyikapi hubungan antara dirinya dengan anakbuahnya, dan akibat yang ditimbulkan terhadap organisasi tempatnya bertugas.

Cara pandang yang diperlukan tidak hanya terbatas pada pengerjaan tugas saat ini atau jangka yang menengah. Pemimpin yang visionir akan melihat lebih jauh ke depan. Pada kondisi saat ini, salah satu keunggulan yang perlu dibangun bagi seorang pemimpin adalah menjadi pemimpin yang kreatif.

Navi Radjou  ada lima karakter unggul seorang pemimpin yang kreatif.12
1. Pemimpin dibanding hanya memberikan perintah, lebih baik membimbing kelompok dan organisasinya ke arah sukses. Dengan cara seperti ini, pemimpin tidak hanya menggerakkan anakbuahnya, tetapi juga menumbuhkembangkan mereka.
2. Jangan hanya mengelola anak buah, tapi buat mereka menjadi lebih mampu untuk melakukan tugas. Pemimpin bertugas membantu anakbuah agar mereka mampu menemukan langkah-langkah pengerjaan, pengalaman, dan mendapatkan solusi.
3. Rasa hormat seharusnya diberikan pemimpin kepada anakbuahnya, bukan justru pemimpin yang meminta dihormati anakbuahnya.
4. Pemimpin harus mengetahui cara mengelola kondisi di saat anakbuah mencapai kesuksesan ataupun mengalami kegagalan. Pada kedua kondisi tersebut, pemimpin tetap memperlakukan anakbuah secara manusiawi.
5. Tunjukkan kemurah hatian dalam memimpin anakbuah, jangan serakah. Pemimpin disarankan untuk rendah hati ketika meraih kesuksesan.

Pemimpin yang sukses sejatinya adalah pemimpin yang inovatif. Di era globalisasi seperti sekarang ini, sangat dibutuhkan pemimpin yang kreatif dan inovatif. Berikut adalah beberapa ciri pemimpin yang inovatif:13
1. Memiliki passion, dia fokus pada hal-hal yang ingin diubah, tantangan-tantangan yang ada, serta strategi untuk menghadapi tantangan-tangangan tersebut.
2. Memiliki visi dan tujuan Inovasi . Pemimpin tidak bisa mengharapkan timnya bisa berinovasi jika mereka tidak mengerti arah tujuan organisasi. Pemimpin yang besar banyak menghabiskan waktunya untuk menggambarkan visi dan tujuan organisasi serta tantangan yang menghadangnya. Mereka mampu menginspirasi banyak orang untuk menjadi sukses dengan mengandalkan inovasi.
3. Memandang perubahan sebagai tantangan pemimpin yang inovatif, memiliki ambisi dan tak pernah puas dengan kondisi “nyaman”.
4. Tidak takut gagal pemimpin yang inovatif menganggap kegagalan sebagai bagian dari pelajaran untuk mencapai kesuksesan. Ia cenderung melihat nilai dan potensi yang dimiliki oleh organisasinya-bukan hanya melihat besar biaya operasional.
5. Mau berkolaborasi menjadi kunci bagi banyak pemimpin untuk sukses dengan inovasi.

PENUTUP

Simpulan

1. Daya saing yang lemah dan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang rendah sesungguhnya banyak disebabkan dari absennya mentalitas enterpreneurship. Mentalitas ini mampu meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.
2. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain, agar orang tersebut berprilaku seperti yang dikehendaki.
3. Kepala sekolah memiliki makna yang umum. Pengertian kepala sekolah berlaku bagi seluruh pengelola lembaga pendidikan yang bisa meliputi kepala sekolah, kepala madrasah, direktur akademi, ketua sekolah tinggi, rektor institut atau universitas, kyai pesantren dan sebagainya.
4. Kreativitas adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada sebelumnya. Sedang inovasi adalah  penciptaan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.
5. Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat.
6. Kepemimpinan kreatif dan inovatif kepala sekolah/madrasah adalah kemampuan seseorang pemimpin yaitu kepala sekolah/madrasah untuk menghasilkan suatu produk yang baru dan melakukan sesuatu yang baru tersebut yang dapat menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat.
7. Diantara ciri/karakter unggul seorang pemimpin yang kreatif dan Inovatif: Pemimpin dibanding hanya memberikan perintah, lebih baik membimbing kelompok dan organisasinya ke arah sukses. Memiliki visi dan tujuan Inovasi.
8. Salah satu dari lima kompetensi kewirausahaan kepala sekolah/madrasah adalah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasahnya.

DAFTAR PUSTAKA

Gary Yukl, Kepemimpinan Dalam Organisasi, Jakarta: Indeks, Edisi Kelima, 2005.
Hendro. Dasar-dasar Kewirausahaan, Jakarta: Penerbit Erlangga. 2011.
http://dinamikaguru.wordpress.com/2013/05/06/kepemimpinan-kepala-sekolah-sebagai-sosok-inovatif /6 Nopember 2014
Kasali Rhenald. Modul Kewirausahaan, Jakarta Selatan: PT Mizan Publika. 2010
M. Arifin, Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja, Yogyakarta: Teras, Cet ke I, 2010.
PERMENDIKNAS RI No. 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
Peraturan Menteri Agama RI. No. 29 Tahun 2014 Tentang Kepala Madrasah.
Sanusi, Pendidikan Alternatif, Yogyakarta: Grafindo, Medi Pratama, 1998.
Sudarwan Danim dan Suparno, Manajeman Kepemimpinan Transformasional Kekepalasekolahan, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Penulis :
Editor / Redaktur : jain