Kamis 04-12-2025 14:58:10 WITA    49 Kali
Menyatukan Langkah: MUI bersama Kemenag dan Kesra Bahas Penguatan Program Keagamaan
Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) : Ketua MUI Kota Banjarbaru terpilih KH. Mukhlis Kaspul Anwar dan pengurus bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Mukhlis Ridhani melakukan rapat koordinasi dengan Kepala Bagian Kesra Setdakot Banjarbaru, H. Dahrani, bertempat di ruang kerja Kabag Kesra Balai Kota Banjarbaru, Senin (02/12/2025) Rapat tersebut bertujuan sebagai upaya memperkuat wajah keagamaan kota Banjarbaru
Dalam pertemuan tersebut membahas arah dan penguatan program keagamaan yang akan menjadi fokus bersama, terlebih Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak menjadi kota yang religius, harmonis, dan visioner.
Dalam kesempatan ini KH. Mukhlis Kaspul Anwar menyampaikan garis besar program strategis MUI untuk masa khidmat 2025–2030, termasuk penguatan dakwah, pembinaan umat, kolaborasi lintas lembaga, dan penguatan moderasi beragama.
“MUI hadir bukan hanya sebagai lembaga fatwa, tetapi sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesejukan serta memperkuat karakter keagamaan Banjarbaru,” ujar Kyai Mukhlis.
“Amanah lima tahun ke depan akan kami jalankan dengan sungguh-sungguh untuk memastikan nilai-nilai keulamaan sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan kota,” tambahnya lagi.
Ia juga menegaskan bahwa MUI akan membuka ruang lebih luas bagi para ulama, akademisi, dan tokoh keagamaan untuk bergerak bersama dalam menghadapi tantangan sosial-keagamaan yang berkembang.
Di tempat tempat sama Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, yang turut mendampingi Ketua MUI, menyampaikan harapannya agar amanah kepemimpinan MUI dapat menjadi energi baru bagi penguatan kerukunan dan kualitas pembinaan keagamaan.
“Kami di Kemenag menyambut baik arah gerak MUI yang baru. Dengan kepemimpinan Kyai Mukhlis, kami optimis Banjarbaru dapat menjadi parameter kerukunan di Kalsel,” ujarnya.
“Ulama dan pemerintah harus selalu berjalan bersama. Membangun kota ini tidak cukup dengan infrastruktur, tetapi juga membangun jiwanya melalui penguatan iman, keteladanan, dan sinergi antar lembaga,” imbuhnya.
Sebagai orang nomor satu di kementerian agama kota Banjarbaru ini juga menekankan pentingnya menjadikan Banjarbaru sebagai kota yang religius, toleran, dan mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Sementara itu Kabag Kesra Pemkot Banjarbaru Dahrani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan koordinasi MUI dan Kemenag. Menurutnya, arahan Walikota Banjarbaru sangat jelas yakni peran ulama harus semakin kuat dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan keteduhan masyarakat.
“Majelis Ulama memiliki posisi strategis dalam menjaga arah kehidupan beragama. Pemerintah kota memberi dukungan penuh agar sinergi MUI dan Kemenag menghasilkan program-program yang menyentuh masyarakat secara langsung,” jelasnya.
“Kerukunan harus terus dijaga. Banjarbaru membutuhkan ulama yang aktif, dekat dengan umat, dan mampu memberi pencerahan dalam situasi apa pun,” tambahnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi pintu awal penyelarasan agenda keagamaan lintas lembaga menjelang tahun 2026. diy
Penulis : Mardian
Foto : Alfin
Editor / Redaktur : laili