kalsel.kemenag.go.id




Diunggah tanggal 13-08-2019 09:56:54

“Wacana Penghapusan Pendidikan Agama Disekolah”





Mensikapi wacana kebijakan pemerintah kemendikbud mengenai ide penghapusan pelajaran agama disekolah adalah merupakan argumentasi dan polimik yang sedikit menimbulkan masalah baru bagi kehidupan dunia pendidikan kita dan agak berseberangan terhadap amanat konstitusional dan wacana ini ada yang pro dan ada kontra baik dari kalangan praktisi, pakar pendidikan, pemerintah maupun kalangan politisi.

Pendidikan agama tidak perlu diajarkan disekolah, agama cukup diajarkan orang tua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah, ada yang mengatakan mutu pendidikan jauh lebih baik, maju sekali, tetapi ada yang salah, kita meninggalkan ajaran budi pekerti diganti dengan pelajaran agama disekolah, ada juga yang berkata mengapa agama sering dijadikan alat politik karena agama dimasukan kedalam kurikulum pendidikan.

Hal ini suatu pendapat yang gegabah, salah patal, berbahaya, sesat dan menyesatkan karena jelas-jelas bertentangan dengan sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa dan pasal dari Undang-Undang 45 pasal 31 ayat 3, yang berbunyi Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem Pendidikan Nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaaan serta berakhlak mulia dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang.Jadi pemerintah oleh konstitusi diperintahkan menyelenggarakan pendidikan iman dan taqwa,akhlak mulia serta menerdasakan kehidupan bangsa.

Pendapat-pendapat di atas perlu di kaji ulang, sebagaimana yang disampaikan oleh pempinan DPR, agar Mendikbud Muhadjir effendy mengkaji ulang rencana penghapusan pendidikan agama di sekolah, hal ini dinilai bertolak belakang dengan rencana full day school, dimana siswa lebih banyak disekolah. Full day school secara umum adalah program sekolah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar di sekolah selama sehari penuh. Umumnya sekolah yang menyelenggarakan pendidikan full day school dimulai 07.00 sampai 16.00. Istilah full day school berasal dari kata day school (Bahasa Inggris) yang artinya hari sekolah.

Rencana penghapusan pendidikan agama disekolah ini menjadi polimik ditengah-tengah masyarakat, Agus Hermanto wakil ketua DPR RI mengkritik keras tentang hal ini, karena sangat bertentangan sekali dari berbagai pihak yang berkompeten. Sehingga pelajaran agama seharusnya ditambah disekolah, selain ditempat ibadah, ia juga menambahkan pendidikan agama merupakan bagian terpenting dalam membentuk karakter siswa.

Hal ini senada yang diungkapkan oleh orang tua murid yang sangat menyayangkan kalau pendidikan agama di hapus dari sekolah, pendidikan agama menjadi pondasi, bekal, tameng, filter siswa untuk masa depan. Pendidikan agama yang diberikan di sekolah masih di rasakan kurang,selebih jika pemerintah menghapus pendidikan agama.

Oleh karenanya maka kita pikirkan secara matang,jadi kurang pas karena pendidikan dengan basic agama itu,tentunya tetap harus lebih dikuatkan lagi. Apa lagi sekarang pendidikan-pendidikan misalnya TPQ ( Taman pendidikan Qur`an) Madrasah tidak diberikan ruang yang cukup,kalau misalnya sekolahnya dari pagi sampai sore, kapan lagi untuk menerima pendidikan agama /madrasah,pasti kita sangat butuh basic landasan pendidikan agama anak-anak kita ,ya jadi kalau sampai disekolah dihapus pendidikan agama ,bagaimanan dengan generasi kita ke depan, bagaimana pondasi, bagaimana pagar mereka, kita tidak cukup waktu untuk mendidik anak-anak kita dirumah saja, sebelumnya rencana kemendikbud Muhadjir effendy merencana penghapusan pendidikan agama disekolah.Di dunia Barat orang sudah menyadari betapa pentingnya nilai agama dan moral.

Mereka menyebut, ilmu pengetahuan tanpa agama dan moral, menjadi tidak berarti. Karena, betapa pun sebuah kemajuan, bakal menjadi perusak manakala tidak dibekali dengan pertimbangan moral dan agama. Padahal Dengan agama hidup ini akan menjadi terarah.

Pendidikan agama dan moral sangat penting bagi kehidupan masyarakat bangsa dan negara kita saat ini. Terutama dalam menghadapi berbagai revolusi iptek yang bukan hanya menghadirkan kemudahan dan kenyamanan, tapi juga menimbulkan berbagai rentetan problem. Oleh karena itu, kemajuan iptek harus dihadapi secara arif dan bijaksana. Di satu sisi menguntungkan, di sisi lain bisa juga merugikan. Teknologi komunikasi dan informasi dan juga multimedia, saat ini perubahannya sangat pesat dan dahsyat. Kaya isi, tak terbatas ragamnya serta lebih mudah dan enak dinikmati, serta mampu memberikan kenyamanan dan menyenangkan.

Selain mampu membuat orang terbuai dan terlena, kemajuan teknologi komunikasi itu juga dapat memutar balik 180 derajat gaya hidup seseorang, sehingga menghalalkan semua cara. Ini, dikhawatirkan merambah ke bilik-belik keluarga yang semula sarat dengan norma agama. Apa jadinya kalau sekiranya wacana penghapusan pendidikan agama ini dilaksanakan.apa yang bekal akan terjadi.Makanya, di sinilah pentingnya arti pendidikan agama agar dapat membentuk akhlakul karimah bagi seorang muslim.

Ini dapat menjadi pegangan kuat dan modal dasar dalam pengembangan diri, ditopang akidah yang kokoh sebagai fondasi utamanya.Seorang penyair Arab, Assuqi Bey, mengatakan; maju mundurnya suatu negara dan bangsa, tergantung akhlaknya. Apabila akhlaknya baik, maka bangsa itu akan baik pula, demikian sebaliknya.Sebagai guru agama, dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini, harus peka dan tanggap terhadap semua permasalahan yang akan timbul.

Mereka juga dituntut menguasai kemampuan intelektual, emosional dan spiritual, agar dalam memberikan pendidikan dan pembelajaran pada siswa dapat secara optimal. Inilah yang disebut dengan pola pembelajaran yang berkarakter.Zaman sekarang menegakkan kebenaran dan menebarkan hal yang baik-baik, ibarat memegang bara api, rasanya sangat panas dan penuh risiko jika dipegang erat (konsekuen). Dan, jika dilepaskan karena panas, artinya sama dengan tidak melakukan apa-apa. Amar ma‘ruf nahi munkar memang berat untuk dilakukan, tapi jika suatu masyarakat tertentu sudah enggan menegakkan kebenaran dan kalah dengan pengaruh kemungkaran, maka Allah memberikan kebijaksanaan lain terhadap masyarakat tersebut. Selamat bekerja dan berjuang para guru-guru agama, semoga sukses menyertai kita. Amin.

Penulis : M.Noor.S.Ag (Kamad MIN 9 Batola Anjir Pasar)
Editor / Redaktur : raju

Opini Terbaru




Bagikan Halaman Ini