kalsel.kemenag.go.id




Diunggah tanggal 09-11-2017 14:20:52

KITA SEMUA ADALAH PAHLAWAN (Refleksi memaknai Hari Pahlawan)





Oleh: Norhenriady, M.Pd

(Guru MTsN 4 Hulu Sungai Utara)

Setiap tanggal 10 Nopember kita memperingati Hari Pahlawan. Peringatan tersebut merupakan sebuah penghargaan kepada para pahlawan bangsa ini yang telah berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Peristiwa perang 10 Nopember 1945 di Surabaya dimana banyak pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban itulah yang merupakan latar belakang pemerintah Indonesia menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Pahlawan.

Adalah seorang tentara bernama Sotomo atau Bung Tomo yang dengan gigih memimpin perjuangan serta membakar semangat rakyat melalui pidato dan orasinya untuk menyuarakan perang hidup atau mati melawan ketidakadilan penjajah Belanda dan sekutu saat itu.

 

Meskipun Bung Tomo tidak meninggal di medan perang, setidaknya gambaran sosok pahlawan dari seorang Tentara Keamanan Rakyat yang rela berjuang mengorbankan jiwa dan raganya, mengangkat senjata, meninggalkan keluarga demi mempertahankan kemerdekaan patut kita pelajari dan kita teladani. Ia merupakan tokoh pejuang yang ikhlas, gigih dan berani melalui pekerjaannya sebagai tentara nasional untuk dapat mengabdi kepada bangsa dan negara.

 

Di zaman sekarang ini memang pahlawan seperti Bung Tomo tidak ada lagi. Tidak ada lagi perang melawan penjajah dan tidak ada lagi perang mengangkat senjata. Namun pahlawan saat ini adalah siapa pun yang rela berjuang dan mengabdikan diri sesuai dengan pekerjaan dan profesinya dimanapun ia berada.

 

Kata “pahlawan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau seorang pejuang yang gagah berani. Kata “pahlawan” juga berarti orang yang mendapatkan berpahala karena membantu dengan rela dan ikhlas meringkankan beban bagi orang lain atau dengan arti lain perbuatannya bisa berkesan dan sangat berarti bagi orang lain di sekitarnya.

Seiring dengan pengertian pahlawan zaman sekarang ini, definisi pahlawan tidaklah lagi identik dengan seseorang yang berani berjuang mengangkat senjata, namun lebih luas dari itu, pahlawan adalah siapapun yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Artinya siapapun kita semua bisa menjadi pahlawan dengan berani dan gigih berjuang lewat pekerjaan dan profesi masing-masing untuk tujuan yang benar dan membawa kebaikan bagi orang lain, memiliki tujuan mulia yang menginspirasi orang banyak, berguna bagi keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Menjadi pahlawan saat ini bisa kita lakukan di segala bidang profesi dan pekerjaan dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun serta untuk siapapun. Seorang ayah bisa menjadi pahlawan bagi kelurganya. Ia rela mencari nafkah siang dan malam, tidak peduli keringat yang bercucuran karena terik panas, kedinginan karena suasana malam untuk mencari rezeki untuk menghidupi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Seorang ibu juga pahlawan bagi keluarga. Ia mengandung dan melahirnya anaknya dengan perjuangan yang susah payah antara hidup dan mati. Kemudian dengan sabar merawat dan mendidik anak di rumah, menyiapkan makan bagi suami bahkan rela mencari nafkah tatkala suami tidak bekerja demi keluarga yang ia cintai.

 

Seorang pemimpin dan pejabat, juga bisa menjadi pahlawan ketika ia selalu melayani dengan ikhlas dan berupaya mensejahterakan masyarakatnya serta bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak melakukan korupsi. Begitu pula sebagai penegak hukum misalnya polisi, jaksa, dan hakim, ia akan selalu memperjuangkan kebenaran dan keadilan demi tegaknya hukum. Polisi dan tentara dapat berjuang dengan melayani, mengayomi, melindungi masyarakat serta menjaga kedaulatan bangsa dan negara. Adapun hakim dan jaksa berjuang dengan menjalankan paradilan/hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. Sebagai dokter adalah juga pahlawan bagi para pasien. Ia dengan ilmunya rela merawat dan mengobati dengan sabar dan penuh kasih sayang demi kesembuhan pasiennya.

 

Demikian juga kiprah sebagai pendidik atau guru, ia akan selalu melayani siswanya dan memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat kepada siswanya dengan sabar dan ikhlas untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Ia juga harus berkualitas yaitu memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan bidang ilmunya, berani dan gigih serta menjadi teladan bagi orang lain agar dapat melahirkan generasi-generasi yang baik, cerdas dan tangguh di masa depan.

 

Semoga kita bisa memaknai Hari Pahlawan tahun ini serta bisa menjadi Bung Tomo-Bung Tomo modern yang berjasa menjadi “pahlawan” dengan berjuang dan berkiprah di bidang pekerjaan dan profesi masing-masing secara ikhlas dan tulus.



Opini Terbaru




Bagikan Halaman Ini