kalsel.kemenag.go.id




Diunggah tanggal 07-07-2017 16:46:14

Pendidikan Seumur Hidup Menurut Islam





(Penulis : Hj.Wardah,S.Pd.I. MIN 20 Banjar)

Melihat fenomena penetapan pendidikan yang tidak pasti dalam penetapan hari aktif belaja,, membuat sebagian istansi dan guru bingung, dalam melaksanakan peraturan pemerintah namun dibalik berbagai kontroversi peraturan yang dikeluarkan, bertujuan untuk memajukan dunia pendidikan agar lebih berkualitas dalam pembentukan karakter peserta didik Tujuan pemerintah dalam menentukan arah pendidikan” full day” sebagai sebuah langkah yang dianggap kontroversi, karena bersinggungan dengan lembaga pendidikan, yang diselenggarakan disore hari, belum lagi ketersediaan fasilitas Madrasah dalam menunjang pelaksanaan pendidikan full day.

Namun dibalik tujuan pendidikan secara full day, yang diharapkan optimalisasi bimbingan dan pengajaran dari para guru, dalam aktifitas belajar siswa, merupakan sesuatu yang agak berlebihan, kerena pembelajaran sejak manusia diciptakan sampai nabi Muhammad saw, menekankan, bahwa pendidikan seumur hidip dan setiap saat, dan sebenarnya tidak hanya dibangku sekolah atau pendidikan formal Nabi Muhammad telah meninggalkan Al- Qur an dan Haditsnya yang mana disana tertuang bagaimana hakekat pendidikan itu sebenarnya, “Uthlubul Ilma Minal Mahdi ilal lahdi,” Tuntutlah ilmu dari buaian samapai liang lahat, “ Ithlubul I’lma Walau Bishina,” Tuntutlah ilmu walaupun samapai ke negeri Cina, “Uthlubul I’lmi Faridhatun A’la Qulli Muslimin wamuslimatiin,” Menuntut ilmu itu wajib atas muslimin dan muslimat”.

Merujuk makna hadits Nabi diatas, dapat diterjemahkan bahwa pendidikan tidak saja sehari penuh, namun pendidikan dilaksanakan seumur hidup (Long Life Education), bahkan dari masih bayi sampai ajal menjemput, dalam Islam pendidikan diajarakan sejak dari manusia masih dkandungan ibu, bahwa pendidikan dilaksanakan seumur hidup merupakan tonggak ajaran Islam yang apabila semua orang mau menafsirkan lebih dalam, maka semua orang Islam belajar disetiap detik dan waktu, dan selama nafas masih dikandung badan, maka pendidikan terus berlangsung Pendidikan juga tidak mengenal ruang dan waktu serta tempat, bahkan dianjurkan untuk selalu mencaro dan mencari pengetahuan, walaupun harus pergi ketempat yang jauh, beban untuk menuntut ilmu pengetahuan diwajibkan pada setiap muslimin dan muslimat.

Bahkan dari berbagai penelitian membacakan Al- Quran sejak bayi dalam rahim sang ibu akan memberikan ketenangan bagi bayinya, terlepas muslim atau tidak yang mana mematahkan anggapan bangsa barat yang menyatakan musik klassik akan menenagkan bayi ketika berada dirahim Terlepas dari beberapa pendapat, yang jelas bagi seorang guru yang tadinya diharapkan bisa melaksanakan pendidikan seharian penuh,mampu memahami dan menerapkan bahwa pendidikan sebenarnya setiap saat, dalam memberikan pendidikan pada peserta didik, anak,keluarga, dan masyarakat lingkungan sekitarnya, bahkan pada diri sendiri.

Guru yang dapat mencontohkan dan memberikan teladan yang baik pada peserta didiknya, akan melahirkan generasi yang mampu memahami dan menjadi generasi Islam yang menyadari pentingnya pendidikan dan pengajaran bagi dirinya,bahwa guru tidak saja memberikan pendidikan pada peserta didik, namun semua orang memerlukan pendidikan dan pengajaran dalam kehidupan. Setiap detik dalam kehidupan adalah pendidikan dan pengajaran, apa yang terjadi disekitar merupakan ikhtibar yang harus menjadi pemikiran semua insan yang diberikan akal oleh sang khalik, “Afala ta.kiluun,” apakah kamu tidak memikirkannya.

Orang yang malas berpikir, pembelajaran tidak akan masuk pada diri sesorang, terlebih tidak peka terhadap orang dan lingkungan disekeliling, karena apapun yang terjadi disekitar kehidupan adalah pembelajaran yang bernilai tinggi Ada pepatah “Guru yang berharga adalah pengalaman,” karena pengalaman tidak bisa didapatkan dari siapapun, bagi orang yang mampu berkaca pada pengalaman hidupnya, maka orang tersebut mampu merubah sesuatu yang lebih baik, karena penglaman mengajarkan untuk tidak jatuh kedua kalinya dalam lobang yang sama, asalkan mau memikirkan dan menjadikan sebagai sebuah pendidikan berharga.

Sebagai hamba Allah Swt yang selalu mau bersyukur dan belajar, baik sebagai manusia dan guru juga peserta didik yang duduk dibangku pendidikan formal, dimanapun dan kapanpun seseorang berada pelajaran akan selalu didapatkan dan diterima, tinggal seberapa banyak indiviu tersebut bisa menterjemahkannnya sebagai sebuah pelajaran berharga, dalam kehidupan Tetapi disadari atau tidak bagi peserta didik yang sebagian belum mampu menjangkau dan menterjemahkan nilai kehidupan sebagai sebuah pelajaran berharga, disinilah guru harus mampu memberikan arahan dan bimbingan semaksimal mungkin agar mampu mengasah pola pikir dan mengarahkan peserta didik untuk selalu menggunakan otaknya dalam mencari dan menimba ilmu pengetahuan.

Dalam Islam banyak pesan pesan tentang pendidikan dan pembelajaran yang menekankan pentingnya ilmu untuk selalu dicari, dan ditambah , sebuah ilmu dikusai maka masih banyak ilmu yang lain, karna orang yang menimba ilmu sama seperti berada ditengah lautan yang tak pernak kering, semua orang diharuskan terus belajar dan menggali nilai- nilai pendidikan dalam kehidupan Namun yang perlu digaris bawahi pendidikan tidak hanya bisa didapatkan dilembaga- lembaga formal, pembentukan karakter yang ditekankan harus dikawal dengan nila- nilai agama dan moralitas yang tinggi, dan hal tersebut bukan saja tugas yang diemban para pendidik atau guru , namun semua pihak terkait , seperti orang tua, lingkungan masyarakat dan dunia pergaulan peserta didik itu sendiri , dan semoga semua guru pada masa sekarang dapat mengaplikasikan pengetahuan pada peserta didik yang merupakan tanggung jawab pengajar ketika berada di Madrasah dan memberikan pesan dimanapun siswa berada.



Opini Terbaru




Bagikan Halaman Ini