Banjarmasin (Kemenag Kalsel) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri, ustadz, dan pembimbing yang telah berjuang membawa nama Kalimantan Selatan pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) Tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Tambrin dalam forum rapat evaluasi pelaksanaan MQKN 2025 yanag dilaksanakan di Hotel Delima Kabupaten Banjar. Rabu (31/12/2025). Ia menegaskan bahwa capaian prestasi yang diraih kontingen Kalsel menjadi bukti kuatnya tradisi tafaquh fiddin di pesantren-pesantren Banua.
“Prestasi yang kita raih adalah bukti bahwa tradisi tafaquh fiddin di Banua kita masih sangat kuat. Namun, kita tidak boleh berpuas diri,” ujarnya.
Menurut Tambrin, evaluasi pasca MQKN menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi keunggulan sekaligus titik lemah yang masih perlu diperbaiki agar pembinaan ke depan semakin optimal.
Ia menekankan tiga aspek utama yang perlu mendapat perhatian serius. Pertama, penguatan metodologi pembinaan di pondok pesantren agar lebih siap menghadapi standar penjurian nasional yang semakin kompetitif. Kedua, manajemen kontingen, mulai dari proses seleksi di tingkat provinsi hingga pendampingan selama pelaksanaan lomba, termasuk memastikan kesiapan fisik dan mental para santri.
Ketiga, Tambrin menyoroti pentingnya kaderisasi penulis kitab. Menurutnya, MQKN tidak hanya menuntut kemampuan membaca teks, tetapi juga pemahaman konteks dan kedalaman literasi kitab klasik.
“MQKN bukan sekadar membaca teks, tapi memahami konteks. Saya berharap evaluasi ini memicu semangat kita untuk melahirkan kader-kader ulama yang mampu menjawab tantangan zaman melalui literasi kitab klasik,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Tambrin berharap forum evaluasi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif. Ia juga mengajak seluruh peserta rapat untuk menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan secara terbuka.
“Masukan dari Bapak dan Ibu sangat penting bagi kami di Kanwil untuk menyusun kebijakan pendampingan pesantren yang lebih baik di tahun mendatang,” pungkasnya.
kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kalsel tersebut diikuti oleh 86 orang peserta yang berasal dari pimpinan pondok pesantren dan para peserta kontingem Kalsel pada MQKN tahun 2025.
Selanjutnya acara diakhiri dengan penyerahan uang Apresiasi atau Penghargaan kepada delapan lembaga pondok pesantren yang telah menjadi bagian dari keikutsertaan dalam kegiatan MQKN tahun 2025.
