kalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Selasa tanggal 03-08-2021 16:14:04 WITA

Hindari Penyebaran Covid-19, Kemenag Banjarmasin Lakukan Disenfektasi Kantor Secara Berkala



Banjarmasin (Kemenag Banjarmasin)  - Guna mengantisipasi, mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dalam pekan terakhir mengalami peningkatan di Indonesia khususnya di kota Banjarmasin, Kemenag Banjarmasin secara rutin dan berkala telah melakukan penyemprotan disenpektan di seluruh area kerja dan lingkungan sekitar Kantor Kemenag kota Banjarmasin.

Kepala Kantor Kemenag kota Banjarmasin H.Muhammad Rofi’i, mengatakan penyemprotan disenfektan di Kemenag kota Banjarmasin telah dilaksanakan sejak merabaknya kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Penyemprotan disinfektan salah satu kegiatan yang rutin kita laksanakan selain penerapan protokol kesehatan secara  ketat di Kemenag Banjarmasin,” sampainya saat dikonfirmasi terkait antisipasi menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan Kantor Kemenag Banjarmasin, Senin (02/08/21) di Banjarmasin.

Ditambahkannya, selama tahun 2021, secara mandiri frekuasi penyemprotan disinfektan rutin  dilakukan setiap minggu sekali dalam rangka tindakan pencegahan  penyebaran Covid-19.

“Misalnya saja di bulan Juli 2021,ada 5 kali penyemprotan yang kita lakukan,  tertanggal 3,10,17,24 dan 31 Juli 2021,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penyemprotan yang dilakukan tidak hanya untuk mencegah penularan kasus Covid-19, namun juga sebagai implementasi dari intruksi Menteri Agama terkait  Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan (5M).

“Dan saat ini kita sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan protokol kesehatan 5 M + 1 D yakni do’a kepada masyarakat,” sampainya.

Sementara Kepala Sub Bagian Tata Usaha H.Zainal Muttaqin mengatakan, stereliasasi ruang dan lingkungan kerja mutlak diutamakan karena keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas yang pertama.

“Baik kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya kepada masyarakat yang dilayani,” ujarnya.

Zainal mengatakan, salah satu tempat yang menjadi target utama penyemprotan adalah ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP)  karena sebagai tempat pelayanan yang memungkinkan terjadinya interaksi serta mobilitas yang relative tinggi dari masyarakat.

“Tidak hanya penyemprotan, kesediaan alat protokol kesehatan juga sangat diperhatikan misalnya adanya kesediaan air mengalir, sabun, tempat cuci tangan, juga termasuk himbauan menggunakan masker, serta meminimalisir kemungkinan terjadinya kerumunan,” pungkasnya

 

Penulis : Rahmani
Foto : Yasir
Editor / Redaktur : yanti

Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 33 kali,
Bagikan Halaman Ini