kalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Jum`at tanggal 30-07-2021 10:40:51 WITA

Patuhi Aturan PPKM, Kemenag Tabalong Terapkan WFH



Tanjung (Kemenag Tabalong) – Menyikapi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tertuang dalam Instruksi mendagri No 23 Tahun 2021, Instruksi Gubernur Prov Kalsel No 15 Tahun 2021 dan SE Bupati Tabalong No 943/SE/BUP/BKPP/800/VII/2021, maka Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Tabalong memberlakukan sistem Work From Home (WFH) dengan komposisi 75%, sementara 25% lainnya Work from Office (WFO), Kamis (29/07/21).

Sistem WFH tersebut diberlakukan resmi sejak 29 Juli 2021 bersamaan dengan di keluarkannya surat edaran resmi Kemenag Tabalong no 1150/KK.17.9-1/HM.01/07/2021 tentang Penyesuain Sistem Kerja ASN Selama PPKM Level 3.

Kepala Kankemenag Tabalong, H. Taufik Rahman mengatakan kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir, termasuk Kabupaten Tabalong. Hal tersebut membuat Kab. Tabalong masuk dalam kategori wilayah PPKM Level III

“Untuk mengantisipasi penambahan lonjakan Covid-19 ini, perlu langkah-langkah yang tepat, di antaranya dengan mengurangi mobilitas, mengutamakan sebisa mungin bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Jangan sampai terjadi kerumuman yang dapat menimbulkan kluster baru,” ujarnya saat di konfirmasi di ruangannya.

Dalam sistem WFH, kata H.Taufik, jika terdapat tugas yang mendesak untuk diselesaikan dan membutuhkan sumber daya lebih dari 25%, maka pimpinan satuan kerja dapat menugaskan lebih dari ketentuan yang di tetapkan. “Tentu dengan tetap ketat menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) ,” imbuhnya.

Dengan diberlakukannya WFH dan WFO, Ka.Kankemenag berpesan kepada seluruh ASN agar senantiasa bekerja dengan maksimal walaupun dalam kondisi WFH dengan system shift. “Tidak mengabaikan dan selalu menjaga kesehatan serta kebersihan agar tetap terjaga dari sebaran Covid 19,” pesannya.

Lebih lanjut, K.Kkankemenag meminta jajarannya dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kemenag Tabalong untuk memperketat penerapan Prokes. "ASN Kemenag harus menjadi teladan dalam penerapan Prokes. Ini bagian dari kontribusi kita dalam menekan laju paparan Covid-19,” ucapnya.

Menurutnya, setidaknya ada lima hal yang harus terus diterapkan secara displin, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “ASN harus aktif dalam mensosialisasikan lima hal ini di lingkungannya, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat, kemudian diharuskan melaporkan secara berkala terkait kemajuan gerakan sosialisasi ini kepada Tim Tanggap Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kemenag RI melalui aplikasi kemenagsatgascovid19.apk,” imbuhnya

Pihaknya berharap dengan meningkatkan dan memperkuat pelaksanaan sosialiasi Prokes melalui koordinasi dan pelaporan dapat menambah keaktifan ASN dalam penerapannya. “Semoga dengan kesadaran kita bersama dapat menekan penyebaran Covid-19 dan wabah segara menghilang dari bangsa kita tercinta,” pungkasnya.

Penulis : Fahriah
Foto : abd
Editor / Redaktur : badariah

Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 445 kali,
Bagikan Halaman Ini