kalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Sabtu tanggal 30-11-2019 23:44:19 WITA

Pospenas ke- VIII Resmi Ditutup, Kontingen Kalsel Raih Empat Medali



Bandung (Kemenag Kalsel) - Pekan Olah Raga Dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) ke VIII resmi ditutup Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa`adi di Gedung Youth Centre Komplek Sport Jabar Arcamanik, Jum`at (29/11/19) malam.

Menurut Zainut Tauhid  dunia pendidikan peantren sangat penting dalam pembentukan karakter bangsa baik sebagai anggota masyarakat maupun karakter sebagai calon pemimpin bangsa dimasa depan.

Pondok Pesantren yang berbasiskan tradisi dikatakannya menjadi benteng dalam menghadapi segala bentuk ancaman budaya luar terhadap budaya lokal. “Melalui event ini diharapkan semangat untuk berkontribusi membangun bangsa demi tegaknya NKRI harus terus digelorakan," kata Zainut Tauhid.

Selanjutnya ia mengajak para santi agar terus memberikan sumbangsih dan inspirasi positif untuk menanamkan akhlak generasi Indonesia unggul, berkarakter dan berintegritas, karena santri memiliki kualifikasi dalam pemahaman dan penguasaan ilmu agama yang berguna bagi kemaslahatan dan kemanusiaan. “Santri harus mampu mentransformasikan keberagamaannya untuk kemajuan nilai kemanuasiaan dalam konteks kekinian,” harapnya.

Bedasarkan hasil akhir kontingen Kalimantan Selatan berada di posisi ke 17 dengan perolehan 1 perak dan 3 perunggu.  Medali Perak diperoleh dari cabang olahraga Pencak Silat atas nama M. hafizh Anshari. Sedangkan medali perunggu diraih  Juwita Sari pada cabang pencak silat putri,  Hajibah di cabang olahraga atletik dan Mira Marlina dari Cabang Seni Kriya.

Kasi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Kalsel H. A. Syauqi mengaku bangga dengan pencapaian tersebut. Walaupun berada diposisi ke 17, Syauqi mengatakan itu sudah hasil maksimal yang dipersembahkan para santri Kalsel. “Kita harus menghargai perjuangan dan dedikasi mereka,” katanya.

Lebih lanjut Syauqi mengatakan secara umum prestasi santri Kalsel patut dibanggakan, karena hampir semua mampu menembus babak delapan besar dan secara umum dasar-dasar teknik cabang olahraga dan seni telah mereka miliki, namun pengalaman tanding dan stretegi di lapangan juga sangat berpengaruh dalam sebuah ajang lomba.

Hal tersebut menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi para santri dan stakeholder terkait untuk terus mengasah, mengolah dan memoles atlet dan seniman santi Kalsel uang bisa dikatakan setengah jadi, sehingga dikemudian hari menjadi atlet dan seniman siap pakai. "Dan yang tidak kalah penting adalah ketersedian dan standar sarana  latihan, sehingga mereka tidak kaget ketika harus bertanding dengan prosedur dan sarana yang modern," tutup Syauqi.

Hasil akhir Pospenas ke VIII yang mempertandingkan enam cabang olahraga dan tiga cabang seni, menempatkan Kontingen Jawa Barat memimpin dengan raihan 12 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu. Mengungguli juara bertahan Banten yang berada di posisi runner up dengan raihan 7 medali emas, 8 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Peringkat tiga, ditempati kontingen Jawa Timur dengan raihan 5 medali emas, 11 medali perak, dan 10 medali perunggu. Disusul kontingen Jawa Tengah dengan raihan 3 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Penulis : Laily
Foto : Inmas19
Editor / Redaktur : yanti

Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 265 kali,
Bagikan Halaman Ini