kalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Jum`at tanggal 15-11-2019 16:33:59 WITA

Narasumber: Ponpes di Kalsel Berpotensi Kembangkan Perekonomian Santri



Banjarbaru (Kemenag Kalsel) - Kasi Pontren Kantor Wilayah Kementerian Agama kalimantan Selatan H. Ahmad Syauqi Staff mengatakan dari 200 lebih ponpes di wilayah kalimantan Selatan cukup berpotensi mengembangkan perekonomian secara internal dan eksternal.

Menurutnya hampir 50 persen ponpes kini sudah memiliki usaha yang sudah berjalan. “Tentunya hal ini sangat memberi manfaat bagi kelangsungan di lingkungan pesantren, bahkan sejumlah bank kini memberikan akses yang cukup mudah untuk bantuan modal usaha di lingkungan pesantren sebagai bentuk dukungan lembaga keuangan yang sudah pasti tepat sasaran,” ujaranya saat memberikan materi dalam kegiatan pembentukan model pesantren ramah anak serta upaya pencegahan kekerasan terhadap anak yang di selenggarakan di aula gawi seberataan kantor Pemko Banjarbaru, Rabu (13/11/19).

Sauqi menambahkan untuk mengembangkan pesantren lebih baik harus didukung motivasi yang besar para pimpinan pondok pesantren. Tak hanya itu, menurutunya kesempatan dalam mengembangkan ekonomi di lingkungan pesantren tidak akan berjalan jika santri tidak mendapatkan modal ilmu dalam mengembangkan materi yang sudah ada.

Di waktu yang bersamaan, Kepala Subbagian Tata Usaha pada Kantor kemenag Kota Banjarbaru Alamsyah mengatakan inisiatif pengembangan sebuah pesantren harus di mulai dari para pengelola, hal ini menunjukkan adanya keseriusan untuk melakukan perubahan.

‘Menurutnya, pengembangan ekonomi di lingkungan pesantren tetnunya akan memiliki dampak yang besar kedepan bagi personalitas para santri seusai masa pembelajaran di pondok.

“Itu artinya pondok bukan hanya sekedar menuntu ilmu bahkan pondok jugabisa menjadi solusi bagi para santri ketika memasuki lingkungan masyarkat dengan mengamalkan ilmuagama serta mengembangkan ilmu ekonomi yang di dapatkannya du lingkungan pondok pesantren,” katanya.

Kegiatan yang di lakukan aula pemko Banjarbaru tersebut mengundang sejumlah oerwakilan dari beberapa pondok pesantren, dengan tujuan agar para pendidik santri bisa menerapkan setiap materi yang disampaikan untuk bisa disosialisasaikan dan di terapkan di lingkungan pondok pesantren.

 

Penulis : Dyan
Foto : Alvin
Editor / Redaktur : yanti

Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 30 kali,
Bagikan Halaman Ini