kalsel.kemenag.go.id



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Kamis tanggal 16-05-2019 09:43:22 WITA

Ka.Kankemenag: Pontren Tangkal Faham Radikal



Martapura (Kemenag Banjar) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankemenag) Kabupaten Banjar Drs.H.Izzuddin,M.Ag mengatakan peran Pondok Pesantren (Pontren) tidak bisa ditinggalkan dalam menghadapi masuknya penganut faham aliran, keyakinan yang baru.

“Karenanya pendidikan peantren bisa menangkal perkembangan yang disebut faham radikal,” ujarnya saat menyampaikan materi pada acara takmir Ramadhan, Selasa (16/05/19) di aula Kemenag Kab.Banjar.

Dikatakan H.Izzuddin, paham radikal adalah suatu faham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan sosial dan politik secara drastis dengan cara mengunakan cara-cara kekerasan.

Bila dilihat dari sudut pandang keagamaan menurut H. Izzudin pahamm radikal dapat diartikan sebagai faham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan tingkat fanatisme keagamaan yang sangat tinggi.

“Sehingga tidak jarang penganut dari faham/ aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda faham /aliran untuk mengaktualisasikan faham keagamaaan yang dianut dan dipercayainya untuk diterima secara paksa,” terang Izzuddin.

Di akhir materinya H. Izzuddin mengimbau, pada situasi seperti ini, pendidikan dan pesantren berperan penting mencegah berkembangnya faham-faham radikal yang mengatasnamakan agama.

”Oleh karenanya pendidikan memiliki peranan penting memberikan pemahaman tentang ajaran agama Islam san selalu menghargai sesama agama,” terang Izzuddin.

Di kesempatan tersebut kepala Badan Kesbangpol Banjar Drs.Syahda Mariad,M.Si mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kesbangpol bekerja sama dengan istansidi lingkungan pemda khususnya Kemenag Banjar.

”Kemenag lebih dalam melakukkan sosialisasi ke kecamatan juga pada santri pondok pesantren dalam rangka untuk memberikan bimbingan sbagai ilmu pengetahuan,” kata Syahda. (Rep/ Ft: Wah1d)

Penulis :
Foto :
Editor / Redaktur : yanti

Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 29 kali,
Bagikan Halaman Ini