kalsel.kemenag.go.id




Diunggah tanggal 28-04-2017 07:09:57

Cara Jitu Merubah Orang Lain Dengan Merubah Diri Sendiri





Oleh: Ida Marlina, S. Pd. I (Guru MIN 3 Kota Banjarmasin)

Banyak orang  yang ingin berubah, tetapi dia tidak pernah belajar cara berubah. Banyak orang yang ingin berubah dengan menuntut orang lain, pemerintah, kondisi, bahkan dunia, jika perlu, agar berubah mengikuti keinginan dia sendiri. Satu hal yang  terlupakan padahal paling penting, dan yang paling mudah yaitu menuntut dirinya untuk berubah.

Mengubah diri sendiri jauh lebih mudah, dibandingkan mengubah orang lain. Jangankan mengubah milyaran orang, jutaan, ribuan, ratusan, puluhan, bahkan satu orang pun susah. namun kita dapat  mengubah diri kita sendiri jika ada kemauan yang besar. Jika menyibukan diri untuk melakukan yang sulit atau tidak mungkin, yaitu mengubah dunia agar sesuai dengan keinginan, maka itu akan menjadi hal yang sia-sia

Sebagai contoh,  kita  ingin sukses dalam karir, kemudian berharap semua orang senang dengan pekerjaan kita dengan berharap semua orang menghargai jerih payah kita, dan semua orang mengakui kepemimpinan kita. Bisakah. Tentu tidak,  kita tidak bisa memaksa orang lain, karena mereka memiliki hak untuk bersikap. Namun, akan lebih bijak, jika kita mulai mengubah diri kita sendiri.

Begitu juga dalam bisnis. kita tidak bisa memaksa semua orang menyukai produk atau jasa kita. Namun kita bisa mengubah produk atau jasa kita serta cara melayani kita sehingga disukai orang.  Inilah rahasia sukses sejati, yaitu kemauan mengubah diri dan mengetahui cara berubah mulai dari diri sendiri.

Demikian juga dalam dunia pendidikan, mutu pendidikan tidak akan berubah secara signifikan untuk menuju pada kemajuan dan peningkatan tanpa kita mau melakukan inovasi yang progresif dengan membangun diri dan berupaya kuat dan berjiwa ikhlas dalam menjalankan tugas  mencerdaskan anak bangsa. Kita tidak bisa hanya berharap pada siswa untuk rajin dan tekun belajar, serta memaksa mereka untuk mengikuti instruksi dan arahan kita, tanpa kita merubah gaya dan pendekatan kita secara baik dan bijak untuk membawa dunia mereka kearah yang menyenangkan dengan muatan ilmu dan pengetahuan.

Sebagai contoh ada seorang ibu membeli beberapa pot bunga. Pot-pot itu diletakkan di halaman rumah untuk menambah keasrian dan keindahan rumahnya. Ia berdo’a  “Ya Allah, melalui bunga-bunga ini semoga nanti akan berdatangan kupu-kupu indah ke rumahku,” Lalu si ibu kembali pada kesibukannya sehari-hari.

Seminggu kemudian, ia menunggu tidak kunjung ada kupu-kupu di halaman rumahnya, hingga suatu hari betapa kagetnya  si ibu mendapati bahwa bukan kupu-kupu yang datang, tapi ulat-ulat bulu yang merambat pada pohon-pohon bunga yang dibelinya itu.

Si ibu kesal lalu berkata “ Ya Allah aku minta kepada-Mukupu-kupu cantik tapi mengapa yang datang malah ulat-ulat jelek ini ?”

Sambil terus mengumpat, pot-pot bunga yang penuh dengan ulat  itu akhirnya dipindahkan ke gudang.

Sebulan kemudian, tepat di hari yang ke 30 sejak kejadian tersebut, si ibu ingin mencari peralatan yang ia taruh di gudang, betapa kagetnya ia melihat begitu banyakyang  kupu-kupu  berwarna warni  dan sangat indah memenuhi gudang tersebut. Kupu-kupu itu satu demi satu beterbangan ke luar saat pintu gudang terbuka  untuk mencari bunga-bungaan di sekitarnya.

Terang saja kejadian yang luar biasa ini telah membuat si ibu tadi menjadi diam dan tertegun, ia tidak bisa berkata-kata lagi, melainkan hanya memandangi satu persatu kupu-kupu yang keluar dari gudang menuju tamannya. Dan tanpa sadar kakinya bergerak melangkah mengikuti arah kupu-kupu yang terbang.

“Alangkah indahnya tamanku saat ini,” si ibu berujar dalam hati. “ Ya Allah, ternhyata ulat bulu  yang jelek itu kini telah menjadi  seokor kupu-kupu yang begitu cantik dan menawan. Seandainya saja dulu  aku tahu, mungkin aku tidak akan pernah mengeluh dan merasa terusik dengan keberadaan mereka.

Hal demikian memberikan pelajaran kepada kita, kepada orang dan guru pada umumnya, seringkali melihat dan menilai anak-anak kita bak ulat bulu yang mengganggu dan membuat kita gatal untuk selalu mengeluh, marah dan berusaha menyingkirkan mereka.

Anak kita tidak ubahnya seperti ulat bulu yang sering kali dinilai berdasarkan sisi negatifnya saja. Padahal dibalik itu semua  ada sebuah proses metamorfosa yang tersembunyi, yaitu sisi indah yang kelak akan dimunculkannya saat mereka dewasa.

Kita mungkin sering mendengar banyak orang tua dan guru yang mengeluhkan anaknya yang hiper-aktif dan tidak mau diam atau tidak bisa tenang, padahal sesungguhnya kelak anak ini akan menjadi orang  yang sangat dinamis,  kelas anak-anak ini akan mampu mengerjakan berbagai tugas dalam waktu bersamaan, atau malah memimpin lebih dari satu perusahaan tanpa merasa kesulitan sama sekali.

Ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya yang yang katanya keras kepala dan susah sekali diatur, padahal sesungguhnya kelak anak-anak semacam ini akan menjadi pimpinan-pimpinan organisasi/perusahaan yang sangat berhasil dengan strategi dan ide-idenya yang jitu.

Atau ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya yang katanya pemalu dan sulit bergaul, ia lebih suka menyendiri melalakukan sesuatu di kamar dan anaknya cengeng sekali. Padahal sesungguhnya  kelak anak-anak semacam ini akan menjadi anak yang sangat unggul di bidang Sain dan Teknologi atau bisa juga menjadi seniman-seniman kelas dunia, meraka adalah anak-anak yang peka dan penuh cinta kasih terutama pada orang tuanya.

Lain lagi misalnya ada orang tua yang megeluhkan anaknya terlalu cerewet dan tidak tahu malu... bahkan cenderung malu-maluin katanya. Padahal sesungguhnya kelak anak-anak ini akan menjadi orang yang terkenal karena kemampuan tampilnya di depan umum dan keberaniaanya untuk berekpresi.

Begitulah sejarah telah membuktikan berkali-kali bahwa anak-anak yang dulu pada saat masa kecilnya dianggap sebagai anak yang aneh dan menyebalkan seperti ulat bulu.... Namun nyatanya setelah meraka dewasa justru menjadi orang sukses dan terkenal di kehidupan.

Tapi bagaimana mungkin sang ulat bulu  akan menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, jika kita semua selalu mengganggapnya sebagai sesuatu  yang jelek dan harus segera disingkirkan dari pandangan kita. Sesunggunya begitu banyak anak-anak Indonesia yang mengalami nasib mirip seperti ulat bulu.  Karena mereka selalu dianggap  anak bermasalah, maka mereka tidak pernah memiliki kesempatan untuk bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Begitu malangnya meraka sampai akhirnya mereka harus  tetap menjadi ulat bulu sesungguhnya sepanjang hidupnya.

Jika kita  berharap karir ingin mencapai hasil yang lebih baik, maka ubahlah diri  kita sendiri. Ubahlah cara kita  melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Ubahlah  cara pandang yang negatif terhadap sesuatu untuk melahirkan pemikian dan aktivitas yang  yang positif  untuk menjadi  pribadi yang lebih terampil. Ubahlah diri kita agar menjadi orang yang memiliki jiwa kepemimpinan dan bertanggung jawa, maka sikap orang lain bisa berubah jika diawali  dengan perubahan kita. Keinginan dan kemampuan untuk merubah diri sendiri ke arah yang lebih dinamis dan produktif  merupakan langkah utama dalam mencapai kesuksesan membangaun organisasi dan mengembangkan suatu pekerjaan.



Opini Terbaru




Bagikan Halaman Ini