Jumat, 13 September 2013 –
Sosialisasi Dana BOS Bagi Pondok Pesantren di Tabalong

Tabalong – Kabupaten Tabalong saat ini telah memiliki lembaga pendidikan pondok pesantren sebanyak 13 buah dan Madrasah Diniyah Awaliyah 13 buah serta Taman Pendidikan Al Quran 19 buah. Kankemenag Kab. Tabalong dalam menjalankan visi dan misinya untuk membina lembaga-lembaga pendidikan yang ada di bawahnya melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren telah berhasil menjadikan 7 lembaga pendidikan diantaranya mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar (Dikdas). Dimasa yang akan datang pondok pesantren diharapkan menjadi lembaga pendidikan yang modern, diminati, sehat dan teratur administrasi. Maka dari itu, Kamis (12/9) dilakukan kegiatan “Sosialisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Bagi Pondok Pesantren Penyelenggara Wajar Dikdas” di gedung MUI Tabalong komplek stadion Pembataan Tanjung dan diikuti sebanyak 14 orang dan pengelola kegiatan 11 orang.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan sehubungan dengan peraturan perundangan yang berlaku, untuk meningkatkan pengetahuan tentang tehnis dan keterampilan dalam mempertanggungjawabkan dana bantuan operasional sekolah seperti penyelesaian buku kas umum, buku pembantu tunai, buku pajak serta untuk menjadikan data yang kuat terhadap pengelolaan dana BOS, Kakankemenag Kab. Tabalong H. Rusmadi, S.Ag. S.Pd.I dalam sambutannya mengatakan bahwa pondok pesantren selalu memodernisasi sistem pendidikannya dengan tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama saja akan tetapi juga mengajarkan mata pelajaran yang ada dalam sistem pendidikan nasional yaitu dengan masuknya pendidikan wajar dikdas. Dengan sistem pendidikan seperti ini maka pondok pesantren tidak hanya dapat bertahan akan tetapi juga berkembang dan tidak pernah tertinggal oleh perkembangan zaman. Menurut Rusmadi Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan kondisi. Penyesuaian diri ini adalah keikutsertaan sepenuhnya dalam arus pengembangan ilmu pengetahuan modern dan teknologi. “Kepada ustadz/guru, tenaga pengelola administrasi serta santri saya berharap dapat memberikan pengetahuan yang menambah cakrawala berpikir serta pembentukan sikap mental spiritual, bertingkah laku sesuai dengan tatakrama dan berakhlakul karimah sesuai denga kultur/budaya pesantren”, harap H. Rusmadi diakhir sambutannya. (j/s/humas/kemenagtab)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.009572 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1602896
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.