Rabu, 10 Juli 2013 –
Sebanyak 286 CJH Tabalong Ikuti Bimbingan Manasik Haji

Banjarmasin, Humas – Berdasarkan UU No 13 Tahun 2008, Pemerintah wajib melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan, dengan menyediakan Administrasi, Bimbingan ibadah haji, Akomodasi, Transportasi, Pelayanan Kesehatan, Keamanan, dan hal-hal yang diperlukan oleh Jamaah Haji.

Dalam Hal ini Kantor Kemenag Kabupaten Tabalong menyelenggarakan Bimbingan Manasik Haji perdana yang dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Tabalong, Selasa (09/07) dengan peserta Calon Jemaah Haji (CJH) 2013 seharusnya 343 orang CJH, karena ada pemotongan 20% dari kebijakan pemerintah Arab Saudi hinggga menjadi 286 CJH, yang Insya Allah akan di berangkatan pada Tahun 2013 ini, Jelas Kemenag Tabalong H.Rusmadi M.Pd.I, saat menyampaikan sambutan Pembukaan Bimbingan Manasik Haji di Aula Pendopo Bupati Tabalong. Yang dihadiri oleh Bupati Tabalong H.Rachman Ramsyi, Kepala Kemenag Prov Kalsel H.Abdul Halim H. Ahmad Lc, MM, Ketua DPRD Kab.Tabalong, Ketua MUI Tabalong, dan Forum pimpinan daearah Kab.Tabalong.

H. Abdul Halim saat menyampaikan sambutanya mengatakan ”Saya mengharapkan dengan kegiatan bimbingan manasik haji ini janganlah dianggap sepele maupun remeh, karena untuk mendapatkan haji mabrur sangatlah penting, kesemuanya itu tergantung pada diri kita bilamana ingin bersungguh-sunguh melaksanakan bimbingan manasik haji insya Allah akan mendapat predikat haji yang mabrur, karena ibadah haji merupakan pengalaman pada diri kita untuk seumur hidup, jadi janganlah disia-siakan, kesempatan ini dalam segi hal untuk belajar bimbingan manasik haji.”

“Kepada jamaah haji saat ini sangatlah beruntung yang akan berangkat pada tahun 2013 ini, karena tidak ikut terpotong dari 20% pemotongan CJH, kesemuanya itu tidaklah keinginan dari pemerintah Indonesia, tetapi kebijakan dari pemerintah Arab Saudi, yang mana Masjidil Haram sedang tahap pelebaran tempat sa’i dan tawaf, Perintah Arab Saudi berkeinginan agar Jamaah Haji merasa nyaman dan aman pada saat melaksanakan ibadah haji, Pemerintah Arab Saudi mengantisipasi lebih dulu agar jamaah haji tidak berdesakan dan tidak ingin menimbulkan korban jiwa pada saat nanti pada titik puncak ibadah haji usai melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di MINA (ARMINA) “

“Bagi jemaah haji yang terpotong kena 20% tidak berangkat pada tahun ini insya Allah akan diproritaskan tahun depan berangkat, misalkan terjadi kenaikan ONH tahun depan Jamaah haji yang terkena dampak pemotongan 20% tidak dikenakan biaya tambahan, dan bila terjadi penurunan ONH uang Jamaah Haji Akan di Kembalikan “ jelas Halim.

H.Rachman Ramsyi sebelum membuka bimbingan manasik haji menyampaikan sambutan ”Saya sangat mersespon kebijakan Pemerintah Arab saudi tentang pemotongan jamaah haji sebanyak 20% ,hal ini merupakan sesuatu yang bisa kita bisa ambil hikmahnya semua itu merupakan demi kenyamanan jamaah kita Indonesia terutama bagi jamaah haji Tabalong dan saya berharap kepada jamaah haji kiranya bersabar yang tidak berangkat pada tahun ini, hal mana yang telah diungkapkan oleh kepala Kemenag tadi. Kita hanya merencanakan tetapi Allah berkehendak lain” terang Ramsyi. (fdly312)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.011087 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1047992
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.