Minggu, 7 Oktober 2012 –
Vetran Usia 110 Asal Basarang Kapuas Tercatat JCH Tertua

Landasan Ulin-Kerabat (7/10) : Hingga kloter BDJ- 05 yang dilepas oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ir. H. Ahmad Diran kemaren pukul 19.15 Wita, sudah 1625 Jamaah Calon Haji (JCH) diberangkatkan ke tanah suci Makkah.

Tepat pukul 08.00 Wita, Kloter BDJ-06 asal Kalimantan Tengah dari Kab Kapuas, Kab.Barito Timur dan Kab.Katingan yang berjumlah 320 tambah petugas kloter 5 orang yang berjumlah 325 tadi malam telah memasuki Embarkasi Haji Banjarmasin (06/10). Sebanyak 168 Jamaah asal Kabupaten Kapuas lebih awal tiba di Embarkasi, karena jadual untuk kloter BDJ-06 terpendek saat berada di Embarkasi. Karena rencannya kloter asal Kalteng ini rencanya akan diberangkatkan dinihari pada pukul 01.15 Wita dengan nomor penerbangan GA. 8106.

Ada satu keistimewaan pada kloter BDJ-06 asal Kalteng ini. Sebagaimana diberitakan pada media ini kemaren, bahwa Jamaah tertua diantara 195.492 jamaah Indonesia, Karto Marsaid bin Sonodrono kelahiran tahun 1902, tepatnya 20 Juli warga Bungai Jaya, RT 005 RW 002 Besarang, Kapuas Kalteng itu tergabung dalam kloter 6 rombongan 1 regu 4 akan bertolak menuju tanah suci melalui embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kakek yang mencatat rekor karena usia tuanya mencapai 110 tahun tersebut saat ditemui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama H. Abdul Halim H. Ahmad, LC di Geduh Madinah kamar 01 mengatakan bahwa dirinya adalah seorang vetran pejuang di masa penjajahan jepang yaitu anggota dewan keamanan rakyat (DKR).

“Saya adalah vetran pejuang di zaman penjajahan jepang yang dulu disebut dewan keamanan rakyat (DKR) dan pada tahun 1959 menjajak Desa Basarang Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.”Saat ditanya H. Abdul Halim yang didampingi oleh H. Arif Nahrawi dari Direktorat Jenderal Haji Kementerian Agama RI tentang keberangkatannya menunaikan ibadah haji, kakek yang keliatannya masih sangat bugar tersebut mengatakan bahwa sebenarnya pada tahun 2000 yang lalu sudah ingin berangkatan ketanah suci bersama sang isteri, namun musibah menimpa keluarganya.

“ Sebenarnya saya dan isteri niat berangkat haji pada tahun 2000 kemaren, namun musibah kebakaran menimpa keluarga kami. Tahun 2007 isteri saya meninggal dunia dan baru tahun 2012 ini diberi Allah kesempatan untuk berangkat.” Ujarnya.Saat ditanya rahasia tentang usianya yang panjang, Pak Karto mengatakan bahwa ada amalan yang selama ini terpatri di dalam dirinya yaitu rasa sabar dan takwa, karena dengan itu bisa menerima segala keadaan dan cobaan yang dijalani selama ini.

“ Sabar dan Takwa, itulah yang selama ini saya amalkan sehingga kami sekeluarga dapat melalui segala cobaan hidup. Saya agak prihatin dengan pergaulan anak muda sekarang yang sangat mudah terpengaruh dengan hal-hal yang buruk. Oleh karena itu hendaknya kita saling mengingatkan mereka.” pintanya. (fdly312)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.100593 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1596946
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.